Ziara ke Nusa Pustaka, Museum Literasi


David Efendi)*

Mandar, Sulawesi Barat/Pustakamu.id (23/2)-Berjarak kurang lebih enam jam dari makasar, satu jam lebih dari wonomulyo kami bergerak ke lautan manusia mandar. hari itu sabtu, 23 feb 2019

Sore ini berkesempatan ‘ziarah’ museum literasi yang memuntapkan energi baru. Komunitas, atau tepatnya kebudayaan yang kami singgahi berbama nusa pustaka di mandar. beruntung Bang Ridwan tidak sedang dalam perjalanan atau rihla pustaka. Kami berempat ditemani dan mendengarkan kisah-kisah petualangan pengetahuan. Ada banyak perahu atau kapal sedang yang biasa digunakan melaut dengan perpustakaan perahu.

Nusa pustaka adalah seperti museum kebudayaan, juga pergerakan idea manusia yang tak pernah padam. Perpustakaan yang kaya raya hasanah lokal, foto foto perjalanan dan dunia science yang aktual. Ada kesadaran yang hendak dibangun nusa pustaka: maritim, manusia, dunia. Kesadaran geografi, daya kreatif memoles lokalitas, mendaur ulang kayu, perahu untuk rumah buku dan budaya

Rumah buku atau nusa pustaka ini seluas kurang lebih 30 x 15 meter seperti kapal, ruang ruang dalam seperti dag dag bertingkat. Rak rak buku perahu yang dipotong atau utuh, tergantung beberapa perahu arsitek sandeq (ada juga perahu yang lebih tua kelahirannya dari sandeq), juga beragam artefak maritim di dalamnya. Ini museum yang hidup, ini perpustakaan yang menginspirasi dari sudut sudutnya kehidupan kebudayaan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *