Yuk Hidup Sehat


Oleh: Sri Lestari Linawati

Menggapai kemuliaan Ramadhan diantaranya adalah mengupayakan hidup sehat. Ini sangat penting diperhatikan oleh ibu-ibu. Mengapa? Karena selain tarawih dan tadarrus Alquran, ibu harus siap bangun pagi menyajikan sahur keluarga. Bukan hanya itu, menjadikan sahur bermakna bagi segenap anggota keluarga, juga perlu dikondisikan dan diperjuangkan oleh ibu. Baiti jannati, rumahku adalah surgaku, hendaklah mewujud dalam kehidupan sehari-hari, bukan semata slogan di forum pengajian.

Mengapa ibu harus selalu sehat? Karena kehidupan harus senantiasa dilangsungkan. Sekali saja ibu sakit, maka beberapa pekerjaan akan terbengkelai, dan ini artinya akan menyebabkan kegoncangan ritme kehidupan.

Misi pembangunan kesehatan diantaranya adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta.

Apapun peran yang dimainkan pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka, hanya sedikit yang akan dapat dicapai.

Perilaku sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Dengan demikian, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat perlu diupayakan.

Mengupayakan lingkungan yang sehat juga patut diperhatikan oleh kita. Lingkungan yang sehat akan mendorong setiap warganya untuk juga berperilaku sehat.

Bagi ibu yang memiliki anak kecil, diperlukan tenaga ekstra untuk mendampingi putra-putrinya menjalankan tarawih di masjid. Maklumlah, anak-anak memang bukan manusia dewasa yang mini. Kalau imam sudah mulai shalat, anak-anak itu masih ramai dan lari sana-sini, ini artinya diperlukan dampingan orang tua. Anak sudah diberitahu tapi masih saja ramai? Ya memang tugas kita orang tua untuk selalu mengingatkannya, tak kenal lelah. Kita perlu belajar mencari teknik dan strategi yang tepat untuk membuat anak kita mengerti rambu-rambu agama. Jangan pernah menyerah, Bu..

Selama kita sehat, insyaallah kita pun mampu menjalankan amanah Allah pada kehidupan ini.

Dengan demikian, menjadi penting untuk memaknai kembali ayat Allah “faidza faraghta fanshab”, tiap selesai satu pekerjaan, maka selesaikan pekerjaan lainnya. Nah, ini kan artinya kita harus sehat terus, Ibu?

Ibu itu butuh tenaga untuk mencuci, memasak, mencuci, menjemur, membaca, menulis, bermasyarakat, mendongeng dengan anak, dst.

Ibu, yuk wujudkan hidup sehat untuk Indonesia Berkemajuan. Sesungguhnya muslim, termasuk muslimah, yang kuat, lebih dicintai oleh Allah daripada muslim yang lemah.

Kenali kekuatan dan kelemahan kita dan yuk terus bergerak mewujudkan perempuan sehat Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *