Untuk “Ibu Paud” dan anak anak bangsa yang rindu perpustakaan


 

Ya rabb,
Tak pernah Kau berhenti memberi keajaiban bagi manusia
Tak pernah kau berhenti mencintai anak anak

Melalui banyak peristiwa
Melalui banyak air mata
Melalui kasih “Ibu paud”
Ibu bumi
Ibu pengetahuan
Pun begitu ketulusannya

Anugerah terbesarmu adalah membuat anak anak rindu pengetahuan
Anugerah terindahmu adalah anak anak menjadi generasi mulia yang terang dicahayai lampu lampu pengetahuan
Tak kunjung padam

Ibu paud berbuat tanpa pamrih
Suaranya penuh semangat
Tindakan amal kreatif penuh keceriaan kesungguhan,
Ambisi amal kebajikan kuat laksana merapi mencengkeram bumi,
Salutku penuh menyeluruh
Sedikit air mata terurai
Mengapa waktu tak mampu kuputar balik sehari saja.

Anak anak pedalaman
Di pangkelan adanya sekolah darurat
Anak anak hebat tetaplah kuat

Suatu pertemuan ibu paud mendengar musabab mulia: “bu kami mau di sekolah darurat ini punya perpustakaan”

Langkah nyata segera dipersembahkan. Hibah buku dilakukan, enam ratus buku dikumpulkan dan besok kan dihantarkan diarak dalam medan yang tak gampang di bangka selatan.

Itulah aku terhubung suara ibu paud sore ini dari kabel elektrik.

Aku senang gembira sekali. Bunga peradaban unggul sedang di semai di pelosok negeri.

Kuatkah ibu paud
Hebatlah anak anak negeri
Mulia di darata
Mulia di lautan

Iqra’,iqra’, iqra’,
Kepada buku kita semua percaya,
Tuhan terus membimbing jalan kemuliaan kita semua. Bismillah

Bangka belitung, 28 Juli 2018

David Efendi, ketua serikat taman Pustaka Muhammadiyah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *