Tempat Sunyi untuk Persemaian Ide


Oleh Roynaldy Saputro
Guru dan Pegiat Pusjal Kudus

Pada suatu kesempatan, saya di ajak istri kesebuah taman yang ada ditemanggung. Tempatnya sejuk, pohonnya rindang, tempat duduknya nyaman dan tidak terlalu ramai. Dalam kesempatan lain, saya juga diajak kesebuah pantai di Jepara. Pantainya juga sunyi, hanya ada suara ombak dan desiran angin laut. Tapi saya mulai menyadari ternyata di dua tempat itu bisa menjadi sebuah inspirasi bagi saya. Inspirasi bagi pemikiran saya untuk mengalirkannya menjadi sebuah tulisan. Dari tempat itulah saya mendapatkan ide untuk menulis tulisan ini. Tulisan singkat yang mungkin sudah memberontak dari dalam otak ke media.

Ide sering kali muncul dengan tiba-tiba, akan tetapi bisa hilang juga dengan tiba-tiba. Beda orang, beda pula kebiasaan mendapatkan ide nya. Ada yang jalan-jalan terlebih dahulu baru mendapatkan ide, ada yang makan dulu baru mendapatkan ide dan kegiatan-kegiatan yang lainnya.

Bagi saya, ide mempunyai tempat tersendiri untuk muncul. Ide mempunyai waktu tersendiri untuk muncul. Tidak bisa di sembarang tempat dan disembarang waktu ide bisa muncul. Salah satu contohnya adalah saya sering menemukan ide-ide untuk menulis ataupun inovatif lainnya ditempat yang sepi dan jauh dari keramaian. Memang kalau mau mendapatkan ide tidaklah mudah. Perlu treathmen atau perlakuan khusus bagi pencari ide untuk mengeluarkannya. Tentu saja tidak semua ide didasari pada faktor tempat dan waktu. Akan tetapi asupan ilmu sebelum mencari ide sangat diperlakukan. Asupan ilmu yang saya maksud adalah sebuah kegiatan belajar. Entah itu dengan membaca, melihat, mendengar dan merasakan.

Masa lalu menceritakan bahwa, filsuf-filsuf yunani mencari kebenaran dengan cara merenungkan atau berdiam diri disuatu tempat tanpa ada keramaian. Guna memikirkan tentang apa yang di amatinya. Seperti plato yang menemukan tentang konsep manusia dalam gua. Adapun cerita 25 Nabi yang sering di Ajarkan dalam Islam pun sama, mereka mendapatkan wahyu, rata-rata karena kesendirian mereka ditempat yang sunyi. Sebagai contohnya adalah apa yang didapatkan oleh Nabi Ibrahim A.S. yang memikirkan tentang keberadaan Tuhan disuatu tempat yang sunyi. Akhirnya melalui pengamatan dan refleksi pemikiran yang kuat beliau mampu mengetahui siapa Tuhan yang sebenarnya. Dan adapun di Jawa sendiri ,banyak masyarakat jawa yang menyempatkan pergi kegunung untuk bertapa guna mendapatkan sesuatu. Menurut Imam syafi’i, agar dapat mengikat ide atau ilmu itu sendiri haruslah dengan cara menulisnya. Beliau mengibaratkan sedang memburu hewan buruan (sebagai ilmu) dengan alat perangkap (tulisan) sebagai metode. Kalau kita merujuk di Indonesia, presiden pertama kita yaitu Ir. Soekarno menulis buku yang judulnya Indonesia menggugat pun dari dalam penjara. Sebuah tempat sunyi untuk menulis.

Begitu pentingnya tempat sunyi bagi mereka untuk persemaian ide. Maka dari itu pencarian ide dalam suatu tempat yang sunyi sangatlah besar kemungkinannya untuk mendapatkan ide. Seakan tempat sunyi dan ide sudah ditakdirkan untuk bersama. Maka tempat sunyi juga membantu dalam hal refleksi kepribadian dan berproduksi tentang ide-ide. Terkadang kita perlu menyendiri ditempat yang sunyi untuk menyelam pada dalamnya lautan alam pikiran, mengais puing puing inspirasi dan ide yang lama sudah tenggelam dan tak pernah nampak kepermukaan alam pikiran. Semoga bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *