3 menit waktu baca

Saatnya Dunia Berubah

Dr.dr. Fadilah Supari*

Sebagai penyakit menular yang baru, virus H5N1 yang mematikan ini bukan hanya mengancam keselamatan jiwa Rakyat Indonesia. Bahkan bisa mengancam keselamatan kehidupan umat manusia di dunia.

Dalam perkembangannya kemudian. Ternyata Flu Burung bukan semata mata masalah kesehatan. Tetapi menyangkut berbagai hal di luar lingkup kesehatan. Merambah mengikuti meluasnya wilayah penyebaran kasus dan cakupan masalah yang semakin kompleks. Bangsa ini kembali belajar untuk bersatu, disiplin dan bertindak cepat. Mencari jalan ke luar.

Dari sisi kesehatan, serangan sporadis Flu Burung mengajarkan kita secara cepat dan tepat memeriksa korban. Memberikan tindakan medis yang tepat agar korban dapat sembuh dan terhindar dari kematian. Pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan kemampuannya mengorganisasi pemusnahan unggas korban, yang secara sukarela diikuti oleh rakyat. Pemerintah dan rakyat bekerjasama bahu membahu. Menertibkan diri mengatur peternakan unggas. Menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan diri. Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lebih jauh, yang boleh jadi setiap saat bisa saja tiba tiba datang.

Dunia kedokteran dan virologi dipacu untuk bangkit lebih inovatif. Mencari temuan temuan baru berupa peralatan vaksin dan obat-obatan untuk menghadapi ancaman. Beberapa kerjasama telah dibangun dalam upaya membuat rapid detection kit (alat pemeriksa cepat), obat oseltamivir dan vaksin Flu Burung strain Indonesia.

Tidak hanya berhenti disitu. Kasus Flu Burung lebih jauh menuntut ketegasan komitmen kita untuk selalu menjaga Kedaulatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Dan yang sangat di luar dugaan banyak orang, ternyata WHO CC di luar sepengetahuan Indonesia -memberikan sampel virus Flu Burung strain Indonesia pada beberapa perusahaan di negara maju. Kemudian mereka mengembangkannya menjadi vaksin. Dan dijual secara komersial dengan harga mahal kepada Negara miskin dan berkembang.

Baca juga:  Festival Kemajuan Muhammadiyah Lampung dalam Buku

Berbagai konspirasi negara-negara maju terhadap negara-negara miskin dan berkembang, satu persatu terbongkar. Selama 50 tahun, sistem pengorganisasian kesehatan dunia berlangsung sangat eksploitatif. Dikuasai oleh kehendak kehendak yang tidak manusiawi. Didasari ketamakan penumpukan kapital dan nafsu untuk menguasai dunia.

Di hadapan sidang sidang internasional World Health Organization (WHO) dan WHA (World Health Assembly), pemikiran terobosan Indonesia telah diungkapkan. Dan hal ini telah membuka mata dan kesadaran negara-negara miskin dan berkembang lainnya untuk ikut menuntut perombakan sistem kesehatan dunia di bawah WHO, agar menjadi adil, transparan dan setara. Ini semua demi peradaban manusia!

Untuk dunia yang lebih sehat dan lebih adil. Semua negara sudah bersepakat. Tidak boleh ada lagi eksploitasi manusia atas manusia (exploitation de /’home par /’home) dalam dunia kesehatan. Tidak boleh lagi ada sistem yang membiarkan penumpukan modal dengan melalui cara cara perampasan virus dari negara miskin korban suatu penyakit oleh negara maju, yang kemudiari menjual vaksinnya pada negara negara berkembang dan miskin.

Dunia tahu. Bahwa ini, bukanlah persoalan kalah atau menang di meja diplomasi. Perjuangan melawan Flu Burung adalah perjuangan menegakkan kemanusiaan yang sejati. Sebab taruhannya adalah setiap nyawa bisa melayang bila terjadi pandemi dan akan melenyapkan umat manusia akibat kerakusan dan salah urus sistem kesehatan dunia.

Korban yang hampir mencapai seratus orang Indonesia hingga di ujung tahun 2007 ini, tidaklah sia sia. Mereka mati syahid -sebagai martir untuk sistem kesehatan dunia yang lebih baik. Penderitaan ratusan anggota keluarga korban yang ditinggalkan, menjadi penggerak bagi bangsa ini untuk kembali bangkit sejajar dengan bangsa-bangsa lain ke luar dari penindasan dan penjajahan.

Baca juga:  Membaca Korona: Meraih Cahaya di Kedalaman Samudera (Bagian 2)

Untuk itu, sebuah sistem baru di bidang kesehatan dunia sedang disusun. Departemen Kesehatan Republik fndonesia berada terdepan bersama sama Negara Negara sahabat dan siap melakukan t;mggung jawabnya.

Di cakrawala, tiba tiba saya sadar. Bahwa kasus Flu Burung adalah cermin bagi berbagai persoalan dunia, yang membawa kesengsaraan umat manusia sekaligus menunjukkan jalan keluarnya. Sudah saatnya dunia berubah!

*Mantan Menteri Kesehatan RI, sedangkan artikel ini merupakan kata pengantar penulis buku Saatnya Dunia Berubah. Tulisan ini ditampilkan untuk menjadi monumen peringatan akan ‘pandemi’ yang bisa dijadikan pelajaran dan kekuatan. 

Komentar Facebook Sobat Taman Pustaka
Kuy, berbagi...