RBC : “Surga” Yang Dirindukan


Oleh. W. Yono (Penggerak Rumah Baca Cahaya)

Hari-hari ini para siswa di Jawa Timur sedang disibukkan dengan berbagai ujian di sekolah. Baik tingkat SMP maupun SMA. Yang kelas 7 dan 8 untuk tingkat SMP dan kelas 11, 12 SMA disibukkan dengan penilaian tengah semester. Sementara yang kelas 9 SMP melakukan Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap. Dan yang kelas 12 SMA juga mengerjakan PAS terus dilanjut dengan USBN-BK.

Rumah Baca Cahaya (RBC) hidup dan digerakkan oleh tangan dan kaki-kaki para relawan yang semuanya masih berstatus siswa baik SMP maupun SMA. Setiap Jum’at pagi dan Minggu Sore mereka setia dan semangat mengantarkan pengetahuan ke haribaan pembaca. Mengapa Jumat pagi dan Minggu Sore ? Karena mereka libur sekolahnya hari Jum’at sedangkan hari Minggunya sebagian mereka aktifitasnya longgar. Bagi mereka, para relawan itu, melapak dan menggelar buku itu sudah masuk bagian kesibukan aktifitasnya. Mereka sudah mengagendakan kegiatan itu dalam deret waktunya dan menyisihkan sebagian waktu bermainnya.

Nah. Ketika mereka sedang mengukur diri atas hasil belajarnya, jadwal yang sudah disusun oleh pemerintah ternyata berbenturan dengan jadwal mereka melapak, menggerakkan pengetahuan setiap hari jum’at pagi dan minggu sore. Terbersit dalam benak saya untuk libur melapak. Tapi…..ting tong….ada pesan masuk menanyakan apakah RBC besok hadir di WBA ? Duh Gusti…..

Memang yang bertanya cuma seorang. Dan belum aku jawab. Maka kemarin, Aku tawarkan kepada relawan lewat grup WA siapa besok yang siap bergerak ? Eh….ternyata ada beberapa yang siap. Ya sudah, akhirnya pesan dari seseorang itu aku jawab, Insya Allah…..mengingat beberapa waktu yang lalu ada ibu-ibu yang bercerita kalau anaknya setiap jumat pagi dan minggu sore itu semangat mandi untuk bergegas minta diantarkan ke WBA –tempat RBC Kids Zone-, terus ada relawan yang siap bergerak dan ada yang merindukan. Cukup sudah alasan untuk tidak libur melapak.

Memang, kegiatan mengusung buku dan menggelarnya di tempat terbuka itu bagi sebagian orang dianggap kegiatan yang buang-buang waktu, kegiatan bagi penganggur atau apalah. Biarin. Emang gue pikirin hehehe. Karena melihat ibu-ibu dan bapak-bapak membaca buku itu menggembirakan. Menyaksikan remaja-remaja baca novel itu membahagiakan. Dan melihat adik-adik kecil membaca buku-buku cerita dan mewarnai kertas gambar dengan wajah berbinar itu adalah pesona yang tiada tara. Dan bukankah surga itu penuh dengan kegembiraan, kebahagiaan dan pesona tiada banding ??

Rumah Baca Cahaya
Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong
Jum’at, 16 Maret 2018.