Perpustakaan Komunitas Sebagai Pusat Peradaban Masyarakat


Oleh : Agung Hidayat Mansur.
Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Polewali Mandar

Perpustakaan yang kita kenal sebagai markasnya ilmu pengetahuan memberikan arti yang sangat penting bagi keberlansungan proses trasformasi ilmu pengetahuan antara manusia dalam sebuah peradaban.

Rendahnya keinginan membaca pada masyaraka,  pasti akan mempengaruhi proses dinamika kehidupan dimasyarakat dan mengakibatkan kurang berdaya saing, pasti hal tersebut tidak ingin dibiarkan secara berkepanjangan. Maka perlunya ada sebuah aktivitas yang saling mendukung dari seluruh bagian elemen dari bangsa dan saling bertanggung jawab, serta sinergitas untuk meningkatkan minat baca dengan cara memberikan akses bacaan kepada masyarakat berupa perpustakaan Rakyat.

“Perpustakaan rakyat merupakan perpustakaan yang di buat oleh rakyat dari rakyat dan untuk rakyat” artinya rakyat atau masyarakatlah yang menentukan keberadaan perpustakaan tentang bagaimana dan seperti apa dan kemana perpustakaannya bergerak.
.
Perpustakaan rakyat yang digerakkan secara bebas oleh rakyat atau kelompok masyarakat dalam hal ini komunitas secara bebas memberikan penamaan pada perpustakaannya. Misalnya, Rumah Baca, Taman Baca, Taman Pustaka, Rumah Pustaka dan lain-lain sebagainya.

Serta pada konsep pada perpustakaan yang dikelolah oleh masyarakat, masyarakat juga bebas untuk mengelolah seperti model dan konsep perpustakaan yang di inginkan masyarakat diberikan kewenanangan dalam mengelolah komunitasnya.

Tentunya dengan kebebasan seperti ini yang dilakukan oleh masyarakat dapat meningkatkan minat baca pada masyarakat, selain minat baca yang ditingkatkan praktik menulis juga yang perlu untuk dilakukan oleh masyarakat kita. Dalam meningkatkan budaya tulis menulis pada masyarakat tentunya akan membuat masyarakat menjadi lebih sejahtera dan lebih produktif serta memiliki daya nalar yang baik.

Pada sebuah perpustakaan sering kali dihampiri rasa bosan dan jenuh oleh masyarakat, maka untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan langkah-langkah yang dapat memacu semangat membaca masyarakat, antara lain :

1. Menambah koleksi-koleksi buku yang ada dengan buku yang dapat menarik minat baca dengan buku yang dianggap dibutuhkan oleh masyatakat.
2. Melengkapi fasilitas perpustakaan dengan alat dan bahan yang dibuat sendiri oleh masyarakat dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang dimiliki masyarakat, agar perpustakaan lebih menarik dan meghilangkan rasa jenuh pengunjung di perpustakaan.
3. Pengelolaan perpustakaan yang bersahabat dengan masyarakat atau pengelolah/pustakaawan yang welcome terhapat pengunjung.
4. Mewujudkan perpustakaan yang menyenangkan dan menggembirakan masyarakat dengan tidak menjadikan perpusakaan sebagai ruang yang sunyui dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan semisal diskusi atau pelatihan yang di pusatkan di perpustakaan,  sehingga perpustakaan dapat menjadi pusat peradaban masyarakat.

Maka dari itu perpustakaan harus di dasari dengan semangat pencerdasan, pemberdayaan dan pembebasan masyarakat. Dengan demikian minat baca masyarakat dapat ditingkatkan dan kualitas kehidupan masyarakat dapat lebih sejahtera, serta kemandirian dapat terpenuhi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *