3 menit waktu baca

Pandemi Covid 19 dan Gerakan Filantropi

Oleh: Fathur Rohim Syuhadi

Dampak pandemi Covid 19 sangat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Seluruh sektor perekonomian, pendidikan, kesehatan dan sosial merasakan dampaknya. Keluh kesah dan rasa sedih menyelimuti kita semua. Musibah ini harus dihadapi dengan kesabaran dan ketegaran jiwa raga secara total

Wabah pandemi Covid 19 menjadikan kehidupan sehari hari yang kita alami tidak normal. Ke mana mana harus memakai masker (termasuk dalam beribadah), selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Hubungan sosial menjadi terbatas. Silaturrahmi menjadi renggang. Semua aktifitas di luar rumah dibatasi.

Dampak langsung dari wabah Covid 19 yang kita rasakan adalah dampak ekonomi. Pendapatan yang yang menurun dratis. Daya beli masyarakat juga menurun. Pemutusan hubungan tenaga kerja. Menitipisnya stok pangan di rumah tangga. Tabungan semakin habis. Kejadian ini lebih memprihatinkan di kalangan bawah utamanya para buruh harian, dan pedagang kecil. Tentu hal ini memerlukan uluran tangan sesama saudara muslim. Belum lagi mereka yang mempunyai anak dan sedang bersekolah atau kuliyah, tentu membutuhkan biaya yang besar

Setiap hamba Allah Swt. tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, ujian dan musibah, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullah yang berlaku bagi setiap hamba Allah sebagaimana firmanNya “Dan sungguh Kami Allah akan berikan cobaan kepada kalian dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar (QS. Al Baqoroh 155)

“Kami Allah akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kalian akan dikembalikan (Qs Al Anbiya 35)

Untuk itu, kita harus tetap optimis dan bersabar. Hanya dengan berdoa, berikhtiar dan bersabar sepenuh jiwa raga segala ujian bisa diatasi. Dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah Swt semoga badai Covid 19 ini segera bisa berlalu.

Baca juga:  Martono: Pahlawan Arsip yang Sedang Cemas

Momentum bulan suci Ramadhan bagi umat Islam tentu menunaikan zakat adalah suatu kewajiban. Amalan yang mulia berupa infaq dan shodaqoh dalam Ramadhan ini sangat dianjurkan. Segala potensi zakat, infaq dan shodaqoh dimaksimalkan perolehannya dan ditasyarufkan bagi warga yang berdampak Covid 19. Tentu, bila hal ini kita lakukan dengan rasa ikhlas insyaAllah kesetiakawanan sosial akan tetap terjaga.

Disebutkan dalam Al Qur^an Surat Al Baqarah ayat 43,
 “dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang ruku’”

Ayat di atas menjelaskan bahwa mereka yang beragama Islam lalu mengerjakan salat secara benar dan menunaikan zakat, mereka termasuk dalam orang-orang yang rukuk, yakni tergolong sebagai umat Nabi Muhammad SAW.

Fungsi utama dari pelaksanaan zakat dapat dilihat dan dirasakan baik oleh yang memberinya maupun yang menerimanya. Tentu, sebagai seorang muslim akan merasa tenang jiwanya bila telah melaksanakan zakat.

Menjadi kewajiban bagi muslim yang mampu untuk menolong saudaranya yang sedang dalam kesusahan karena dampak Covid 19 terhadap perekonomiannya. Barangkali tidak hanya zakat fitrah yang segera ditasyarufkan berupa beras, tetapi zakat maal, dan shodaqoh juga perlu diberikan kepada mereka untuk meringankan beban hidupnya dalam menghadapi Covid 19 ini.

Saat ini, bagi saudara kita yang berdampak Covid 19 semua bahan makanan sangat bernilai untuk kelangsungan hidupnya. Beras, minyak, mie instant, gula, susu dan tepung berapa pun jumlahnya sangat bernilai. Bahkan dengan wujud memberi bantuan pada mereka nilai sosial dan nilai kesetiakawanan nampak agung.

Firman Allah Swt dalam Al Qur an Surat Al Maidah ayat 2 “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah sangat berat.”

Baca juga:  Menjaga Muhammadiyah

Perintah tolong-menolong dalam agama ini kerap direpresentasikan dalam aksi kepedulian sosial. Tak sedikit, hadirnya lembaga-lembaga Filantropi seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama serta ormas lainnya dengan semangat kepedulian dan sikap tolong-menolong yang tinggi membantu saudaranya yang berdampak Covid 19.

Bahkan tidak sedikit, gerakan Filantropi juga dilakukan sekolompok anak anak muda yang baru merayakan kelulusannya dengan berbagi sembako. Sekelompok pengusaha, komunitas hoby, bahkan perorangan membagi sembako kepada masyarakat yang berdampak Covid 19.

Semoga musibah pandemi Covid 19 segera berlalu. Sehingga kehidupan normal sebelum terjadinya wabah Covid 19 ini dapat kita nikmati sebagaimana mestinya.

Komentar Facebook Sobat Taman Pustaka
Kuy, berbagi...