2 menit waktu baca

Muhammadiyah-NU Bergerak Bersama dalam Isu Ekologi

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Ketua Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA), Roy Murtadho mengajak kader muda NU dan Muhammadiyah bergerak bersama dalam isu ekologi tanpa adanya sekat. Hal itu disampaikan Roy dalam Diskusi Publik ‘Indonesia dalam Pusaran Ekologi’ bersamaan dengan Deklarasi Kader Hijau Muhammadiyah DIY di Aula PP Muhammadiyah, pada Jum’at (3/1).

“Di tengah situasi yang membuat kerusakan lingkungan semakin besar oleh kapitalisme, kader NU dan Muhammadiyah harus bergerak bersama di isu ekologis tanpa sekat. Dari pada rebut untuk isu dan hal yang tidak subtansi,” katanya.

Roy menyebut, dalam proses kemajuan dan dalih modern hari ini cenderung memakai akal instrumental. Dimana cenderung menghamba pada hasrat untuk mengakumulasi kapital dengan logika Cartesian (subjektif) sehingga keberlangsunganya hanya demi hasrat keserakahan.

Dalam menghadapi krisis ekologi karena kapitalisme, Roy Murtadho mengatakan teologi Islam bisa dijadikan acuan. Secara teologis, Islam menempatkan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi yang sekaligus menerima amanah untuk menjaga dan mengelola bumi (Al-Baqarah: 30). Namun dalam ilmu mantiq juga disebutkan, al insane hayawanun natiq (manusia itu satu-satunya hewan yang berfikir,namun satu-satunya hewan yang merusak).

“Manusia termasuk umat Islam didalamnya seringkali membuat kerusakan dibumi. Itu tidak lain karena manusia sebagai makhluk material yang memungkinkan merusak alam. Jadi kalau ada kerusakan di muka bumi. Maka, bisa dipastikan itu ulah manusia bukan ulah hewan,” kata Roy dalam paparanya.

Selain Diskusi Publik yang menghadirkan Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas sebagai pidato pengantar dan Ahmad Syifa (Komite Pusat KHM), Roy Murtadho (Front Nahdliyin untuk Kedaulatan SDA), Tommy Apriando (Jurnalis Mongabay) dan Fauzan A Sandiah (KHM DIY) sebagai pemateri. Acara ini juga dilakukan Deklarasi Kader Hijau Muhammadiyah DIY.

Baca juga:  SOLIDARITAS AKTIFIS MUDA MUHAMMADIYAH UNTUK #TAMANSARIMELAWAN

Salah satu deklarator KHM DIY, Abie Dhimas mengatakan deklarasi ini sebagai bentuk kepedulian kader Muda Muhammadiyah terhadap beberapa kerusakan lingkugan yang ada di Indonesia dan nantinya konsen terhadap isu-isu ekologis.

“Kader Hijau Muhammadiyah DIY ini terdiri dari IPM, IMM dan Pemuda Muhammadiyah. Salah satu konsen kami di KHM adalah menyelesaikan permasalahan-permasalahan degradasi lingkungan dengan gerakan penyadaran,” katanya saat dimintai keterangan.

Mahasiswa UMY ini juga mengatakan adapun langkah yang akan dilkaukan adalah kampanye kesadaran peduli lingkungan terhadap kader-kader Muhammadiyah, warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.

Adapun tujuan dibentuknya KHM DIY dikatan Abie Dhimas adalah bisa mengatur lokasi masyarakat-masyarakat di Yogyakarta yang terdampak konflik agrarian tata ruang dan permasalahan-permasalahan lingkungan. (Andi)

Komentar Facebook Sobat Taman Pustaka
Kuy, berbagi...