1 menit waktu baca

Muhammadiyah Difitnah Teror Diskusi Akademik

Sejak pagi beredar luas nama Muhammadiyah diberitakan dicatut oleh terorist yang mengancam panitia diskusi ilmiah yang diselenggarakan mahasiswa FH di UGM. Salain panitia, narasumber juga diteror sebagimana berita di republika dan media laina. Kabar fitnah dan miring ini langsung direspon oleh Muhammadiyah di beberapa tingkatan. Berikut adalah pernyataan Muhammadiyah Klaten.

Senada dengan pesnyataan PDM Klaten, pernyataan Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah sebagai berikut:

PP. Muhammadiyah sedang mengumpulkan informasi terkait orang yang mengancam dengan mengatasnamakan Muhammadiyah Klaten. Saya menduga, orang tersebut oknum yang hanya menebar teror dan mengadu domba Muhammadiyah dengan pihak lain. Terbukti, nomor HP yang dipakai berbeda.

Muhammadiyah meminta kepada kepolisian untuk dapat melacak pemilik nomor HP tersebut. Termasuk klarifikasi kepada pihak UGM.

Muhammadiyah tidak tahu dan tidak tahu menahu soal seminar mahasiswa di UGM. Kalau ada oknum yang mengatasnamakan Muhammadiyah jelas bukan atas persetujuan dan sepengetahuan Muhammadiyah, termasuk Muhammadiyah Klaten.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam pendidikan, Muhammadiyah sejak awal sangat mendukung nalar kritis dan kajian ilmiah sebagai bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Muhammadiyah menolak dan menentang cara-cara kekerasan dalam bentuk apapun dalam menyampaikan gagasan dan dakwah. Karena itu cara-cara kekerasan, termasuk teror seperti yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Muhammadiyah, jelas bukan merupakan karakter dan kepribadian kader dan warga Muhammadiyah.

Kejadian ini bukan yang pertama kali dibuat oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Muhammadiyah sebagai ormas besar memang gampang dicatut namanya untuk menghilangkan jejak pelakunya. Memang orang akan sulit percaya Muhammadiyah melakukan ini karena dari kata “Ormas Muhammadiyah Klaten” yang ada dalam teror melalui WA tidak menggambarkan warga Muhammadiyah.

Baca juga:  Pameran Literasi di Balik Jeruji: Rilis Media

beberapa lembaga LBH, asosiasi studi hukum, dan Komnas Ham juga sudah memberikan pernyataan akan kasus serius mengancam kebebasan akedemik dan menciderai demokrasi ini. Kebebasan akademik dijamin oleh hukum. Pihak Polri dan jajarannya harus serius menangani hal hal demikian dan sebaiknya tidak perlu terulang lagi. Jangan kasus seperti menguap lagi seperti business as usual.

Komentar Facebook Sobat Taman Pustaka
Kuy, berbagi...