Muhammadiyah dan Gerakan Literasi di Sulawesi Barat


Oleh : Agung Hidayat Mansur

Muhammadiyah adalah organisasi sosial keagamaan yang sangat kompleks dalam berbagai bidang di kehidupan masyarakat, hal ini dapat di lihat pada structural Muhammadiyah yang ada diberbagai tingkatan mulai dari ranting/desa hingga pada tataran pusat/nasional serta pada dalam structural Muhammadiyah diberbagai tingkatan terdapat pula majelis-majelis berbagai bidang diseluruh tingkatan kepemimpinan Muhammadiyah. Misalnya, Majelis Kesehatan, Pendidikan, Tabliq, Tarjih, Ekonomi, Pustaka Dan Inforasi, Pemberdayaan Masyarakat, dan masih banyak lagi, hal ini dilakukan karena agar masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang berkemajuan, artinya apa segala bidang kehidupan dimasyarakat perlu adanya dilakukan pembinaan-pembinaan oleh Muhammadiyah kepada masyarakat Indonesia sebagai bentuk pembebasan, pencerdasan dan juga pembaharuan. Yang akan memberikan manfaat positif kepada masyarakat dengan adanya majelis-majelis dimuhammadiyah akan memberikan dampak yang positif kepada masyarakat untuk dilakukan pembinaan serta lewat majelis dakwah Muhammadiyah akan tersalurkan serta terlaksana sampai keberbagai kalangan di masyarakat. Di tambah lagi pada adanya organisasi otonom Muhammadiyah yang akan ikut melaksananan Dakwah Amar Ma’ruf. sesuai dengan tingkatan dimasyarakat serta latar belakang kehidupan sosial untuk melakukan pembinaan-pembinaan yang akan memajukan masyarakat sehingga akan terwujudnya masyarakat Indonesia yang berkemajuan.

Muhammadiyah sebagai organasasi yang memiliki lembaga pendidikan yang tersebar diseluruh Indonesia tentunya telah memiliki peran yang sangat penting di masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Muhammadiyah selalu menjadi yang terdepan dalam menjawab pertanyaan jaman dan tentangan dengan berbagai ide-ide, gagasan serta aksi nyata di masyarakat, kini bangsa kita telah dilanda suatu bencana intelektual yaitu rendahnya minat baca masyarakat, berdasarkan studi “most littered national in the word “ yang dilakukan oleh center connecticus state university pada maret 2016 lalu, Indonesia berada pada peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat bacanya. Dengan tingkat membaca Indonesia hanya 0.01 persen. Tentu hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Muhammadiyah sebagai organisasi pencerahan harus dapat menjawab atas fenomena yang terjadi di masyarakat kita.

Inilah yang menjadi dasar perlunya dilakuakan kampanye – kampanye untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat. Di Sulawesi Barat sendiri telah terbentuk komunitas literasi yang giat melakukan aksi di masyarakat untuk mengairahkan minat membaca masyarakat yang didalamnya terdapat pula komunitas literasi yang digerakkan oleh kader Muhammadiyah yang ada di Sulawesi Barat, dari 5 lima kabupaten yang ada di Sulawesi barat mulai dari Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Pasangkayu, Mamuju Tengah dan Mamasa, hanya daerah Mamasa yang belum ada Perpustakaan Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun, telah ada Komunitas diluar dari Muhammadiyah yang telah dibentuk, dan yang lainnya telah ada upaya yang dilakukan. Sampai saat ini tercatat ada dua komunitas literasi di Polewali Mandar diantara Rumah Baca Mentari dan Taman Pustaka IPeeM yang digerakkan oleh kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Polewali Mandar. Di Majene ada Pondok Filsafat yang dikelolah oleh Kader IMM dan Mahasiswa Mejene, di Mamuju terdapat tiga komunitas yaitu Rumah Baca Al-Fatih, Taman Baca Pik Galeri Kalubibing, Taman Baca Al Qalam IPM Mamuju. Di Pasang Kayu dan di Mamuju Tengah Pimpinan Daerah IPM dari kedua daerah tersebut telah melakukan kampanye gerakan literasi pada masyarakat dan masing-masing memiliki komunitas Literasi. Kemudian komunitas ini akan dilakukan pembinaan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat. Untuk memaksimalkan gerakan-gerakan yang akan dilakukan di masyarakat.

Tentunya dengan semakin masifnya gerakan literasi yang didalamnya ingin mendorong minat baca masyarakat serta pemberian akses yang mudah dan murah tentunya. Yang diharapkan ialah meningkatnya minat baca di Indonesia. Sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang sejahtera dan juga menjadi bangsa yang maju. Dari ke tujuh komunitas yang hadir saat ini diharapkan hadir pula komunitas literasi lainya yang di bangun serta di bentuk Oleh Persyerikatan Muhammadiyah mulai dari Pimpinan Ranting Hinggga Wilayah, Amal Usaha Muhammadiyah(Masjid/Mushollah, Sekolah, dll), Ortom-ortom dan lain Sebagainya.  Sehingga peranan kader, pimpinan, serta simpatisan sangatlah dibutuhkan untuk memaksimalkan gerakan ini, selain gerakan ini sangat berdampak kepada pribadi juga sangat berpengaruh kepada persyerikatan juga kepada Masayrakat lainya, akhirnya Dakwah Amar Ma’ruf  Nahi Mungkar betul-betul tersampaiakan kepada masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *