Menulusuri Penghayat Tanisme di Yogya*


Oleh:Fikri Fadh

Sebagai pembaca tulisan karya dan tentang Tan Malaka, saya ingin bertemu dengan sesama pembaca. Saya mencari pembaca yang sungguh-sungguh. Yang tidak sambil lalu. Tidak mungkin saya menjangkau Harry Poeze. Meskipun dia yang menghabiskan energi dan hidupnya untuk mencari jejak si pejuang bawah tanah. Saya menjangkau Harry Poeze hanya melalui buku hasil penelitiannya. Harry Poeze adalah peneliti (detektif) dari KITLV, Belanda.

Pernah suatu sore, saya bertemu dengan pembaca Tan Malaka. Beliau banyak menyarankan kepada saya, tentang bagaimana cara membaca sejarah. Terutama tentang Tan Malaka, karena Tan itu unik. Beliau adalah Mas Khalik.

Kemudian, saya melakukan riset sendiri. Ya iseng-iseng sambil menikmati suasana Kota Yogya bersama istri. Kami kemarin menelusuri gang di daerah Kauman. Istri saya sedang menikmati sejarah Muhammadiyah. Sedangkan saya, sedang mencari pembaca Tan Malaka yang menghayatinya dalam hidupnya, yang konon Ia tinggal di Kauman. Namanya siapa? Identitasnya saya rahasiakan.

Saya mendapat petunjuk dari Mas Khalik tentang keberadaan orang tersebut. Meskipun sampai sekarang belum ketemu. Tapi, rumah orang yang saya cari, sudah ketemu. Tapi sudah lama kosong, menurut tetangganya. Saya tidak akan berhenti mencarinya. Karena masih dalam jangkauan.

Dalam waktu dekat -meskipun belum janjian- saya akan mencari informasi perihal Tan Malaka dan Negeri Minang. Sebagai narasumbernya adalah seorang pelukis kondang, yang sekarang tinggal di Kasihan, Bantul.

Semoga awal tahun, saya bisa mudik. Sekaligus mencari jejak Penghayat Tanisme di Purwokerto. Kota kelahiran saya. Apakah di sana ada? Menurut petunjuk Mas Khalik ada. Semoga pencarian ini berhasil. Mencari suara lantang dari alam kubur.

*masih proses pencarian data di lapangan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *