Menjemput Kekasih ( Buku )


Oleh: Roynaldy Saputro, Pustaka Jalanan Kudus

Jum’at, 06 April 2018 saya berjalan menuju kota yang terkenal dengan sebutan kota tugu muda yang merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah, yaitu Semarang. Saya bergerak dan berjalan ke kota Semarang dikarenakan ingin bertemu sang ‘kekasih’ (dibaca: buku) baru yang sudah diperbantukan untuk komunitas kami, komunitas pustaka jalanan kudus. Komunitas yang mempunyai kegiatan melapak buku-buku untuk dibaca masyarakat di alun-alun kudus setiap hari ahad ( CFD ). Kami menerima 500 buku untuk kegiatan sosial kami. Tapi pada kesempatan kemarin, kami baru bisa mengambil 300 buku. Terimaksih saya ucapkan untuk Mas David Effendi ketua Serikat Taman Pustaka dan mas ion yang dengan sukarela meminjami mobil dan menyopiri kami ke Universitas Negeri Semarang ( UNNES ).

Sebuah Cerita

Sekitar ribuan buku bergerak dari Jakarta ke Yogyakarta. Buku-buku tersebut pemberian hibah dari perpusnas. Kebetulan pustaka jalanan kudus yang kami giatkan mendapatkan bagian sekitar 500 buku. Bantuan buku tersebut kami dapatkan berkat bantuan Bu Widya dari MPI PP Muhammadiyah. Kami sudah mengurusnya sekitar 2 bulan lalu atau lebih tepatnya bulan februari.

Beberapa hari yang lalu kami di beri kabar mas david bahwa buku sudah bisa di ambil di jogja. Kami yang tidak punya penglaman membawa banyak buku cukup bingung bagaimana mengangkut banyaknya buku tersebut dari jogja ke kudus. Berbagai hal kita pikirkan untuk membawa kekasih ke kudus.

Pada suatu hari, tepatnya hari kamis tanggal 05 April 2018, mas david menghubungi kami bahwa beliau akan kesemarang untuk mengikuti suatu agenda di UNNES. Saya meminta tolong untuk membawakan sebagian bantuan buku kesemarang supaya kami lebih dekat untuk mengambilnya.

Kesulitan pun kami hadapi manakala ternyata 500 buku tersebut dibagi menjadi 4 kardus besar. Sehingga kami yang awalnya berpikir membawa motor untuk mengambil buku tersebut berpikir ulang. Akhirnya saya dalam satu malam berusaha untuk mendapatkan pinjaman mobil. Maklum kita tidak banyak uang untuk rental mobil karena berjalannya komunitas ini memang murni memakai iuran dana pribadi. Jadi saya menghubungi beberapa teman guru saya. Kebetulan mereka pada tidak bisa karena sudah ada acara. Akhirnya saya menguhubungi saudara saya yang bernama mas ion. Alhamdulillah beliau bisa dan membawakan mobilnya. Sungguh Allah SWT tidak tidur, dan kebaikan di dukung oleh semesta. Malam itu saya bisa tidur nyenyak dan memimpikan pertemuan saya dengan buku-buku tersebut.

Pagi hari mulai tiba, pagi-pagi kawan komunitas saya hadir ke gubuk saya untuk ikut membantu mengambil buku disemarang. Namanya ghofur, mahasiswa semester 6 STAIN Kudus, dia juga pencetus pustaka jalanan kudus. Kebetulan sudah saya siapkan sarapan dirumah sehingga kita tidak sarapan lagi di jalan. Selang beberapa waktu mas ion pun datang dengan mobilnya. Kami pun bergegas untuk berangkat. Dalam perjalanan ke semarang kami tidak mengalami kendala yang berarti, prediksi kami tentang daerah terboyo macet ternyata tidak terjadi. Jalan begitu ramai lancar. Kita ngbrol dengan santai dalam perjalanan. Kecuali ghofur yang asyik dengan mimpinya sendiri. Saya berfikir mungkin tadi malam dia tidur hanya sebentar. Karena malamnya juga ada rapat persiapan perayaan 1 tahun komunitas kami.

Sebentar lagi kami sampai di UNNES. Tempat yang pertama kali kami bertiga datangi. Mas david memberi instruksi parkir dekat mobilnya supaya tidak terlalu jauh memindahkan buku dari mobil mas david ke mobil kami. Sempat kesulitan menemukan lokasi parkir mobil beliau. Kita memutar jalanan kampus UNNES seperti sedang latihan nyetir mobil. Pelan-pelan dan hati-hati dalam berjalan. Salah – salah nanti malah melawan jalanan yang satu arah.

Akhirnya kami menemukan mobil beliau. Kita tidak langsung bertemu dengan beliau, kami menunggu mas david yang sedang ada agenda sampai beliau istirihat dan menemui kami. Beberapa saat ketika kita hendak ke masjid untuk jum.atan kami dihubungi bahwa beliau sudah ada di mobil. Kita kembali dan bertemu beliau. Ini adalah pertemuan pertama kita dengan beliau. Biasanya kami hanya berinteraksi lewat medsos. Akan tetapi hari ini kita dipertemukan langsung oleh Allah SWT. Beliau orang sangat have fun. Asyik di ajak ngbrol dan memberikan beberapa informasi yang penting bagi pegiat pustaka seperti kami. Kami pun juga meminta pendapat tentang perayaan milad 1 tahun komunitas kami. Beliau memberi masukan kepada kami tentang konsep acara seperti apa yang bisa diadakan.

Setelah banyak mengobrol kami langsung memindahkan buku dan memberikan sedikit kenang2an kepada beliau berupa 2 buku dan 2 talboid. Sekedar untuk beliau baca dalam perjalanan. Dan alhamdulillah diterima beliau dengan baik.

Setelah pertemuan tersebut kami memutuskan untuk berpisah. Mas david kembali ke agendanya, sedangkan kami bersiap untuk melakanakan ibadah jum’at.

Setelah kami jum’atan kami langsung kembali ke kudus. Kita makan siang bersama di Rumah Makan haji ismun di jalan lingkar demak dan sampai kudus dengan selamat pada pukul 16.30 WIB.

Perjalanan yang menyenangkan dapat mengambil kekasih(buku) manusia-manusia bodoh seperti kami. Semoga buku-buku ini akan bermanfaat bagi masyarakat.

Salam literasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *