Mendorong Kesadaran Literasi Melalui Museum Muhammadiyah


Yogyakarta-Pustakamu.id-Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada periode ini akan mewujudkan berdirinya Museum Muhammadiyah yang merupakan upaya pendokumentasian kiprah dan sejarah Muhammadiyah yang sudah memasuki abad kedua. Dengan menggandeng Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menunjuk Universitas Ahmad Dahlan sebagai PTM yang akan ketempatan Museum Muhammadiyah dimana museum ini akan didirikan di Kompleks Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Museum yang sudah digagas sejak periode 2010 ini akhirnya bisa terwujud di periode ini dan insya allah akan selesai pada tahun 2019 serta akan menjadi kado indah Muktamar Muhammadiyah yang akan diselenggarakan di Solo pada tahun 2020. Dengan mengusung tagline mencerahkan dan menginspirasi, museum ini diharapkan dapat menjadi media informasi dan transformasi nilai sekaligus sarana edukasi dan rekreasi bagi warga muhammadiyah. Museum yang akan dibangun di atas lahan seluas 2.600 m2 dengan bangunan 4 lantai berkonsep mezanin yang ramah terhadap lansia, difabel dan anak2 ini didesaign dengan mengusung modernitas yang membalut koleksi dan narasi bersejarah seputaran muhammadiyah.

Keberadaan museum ini juga menjadi bagian dari gerakan literasi yang saat ini sedang sangat bergaung di persyarikatan kita ini. Melalui museum ini kita ingin menampilkan informasi sebanyak-banyaknya tentang sejarah berdiri dan berkembangnya Muhammadiyah, peran kebangsaan dan keummatan yang telah dilakukan, kontribusinya terhadap negeri. Museum yang akan dikemas dengan fun dan modern ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan dokumentasi persyarikatan yang telah memasuki abad ke dua ini.

Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah melakukan penyusunan rencana pembangunan Museum Muhammadiyah baik dari sisi bangunan maupun konten yang akan menjadi isian museum. Penyiapan ini telah dilaksanaka sejak tahun 2017 sehingga diharapkan nantinya Museum Muhammadiyah akan menjadi museum yang layak untuk dikunjungi baik sebagai wahana edukasi dan rekreasi namun juga sebagai pusat riset tentang dinamika gerak persyarikatan.

Peletakan batu pertama pembangunan Museum Muhammadiyah yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 22 juli 2017 menunjukkan pengakuan pemerintah pada peran kebangsaan dan keummatan yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah. Museum Muhammadiyah juga akan menjadi museum pertama di negeri ini yang secara eksplisit mendeklarasikan dirinya sebagai museum yang menyajikan secara khusus tentang dinamika sebuah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

kerja keras Panitia kini berusaha memenuhi idealisme mewujudkan museum yang modern dan maju. “Dalam rangka mengumpulkan pernak pernik artefak, regalia, pictorial atau dokumen-dokumen penting soal Muhammadiyah, maka kita mengharapkan ada informasi atau penyerahan apapun yang sekiranya bisa menjadi koleksi Museum Muhammadiyah dan bisa disampaikan atau diserahkan melalui Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung PP Muhammadiyah 103 Yogyakarta atau bisa juga melalui CP Widiyastuti 081392232386.”, himbau Ibu Wiwid selaku koordinator Museum Muhammadiyah ini.

Dengan semakin banyaknya koleksi yang bisa terkumpul maka insya allah Museum Muhammadiyah bisa menjadi museum berkemajuan di Indonesia.  [Widiyastuti]