Membaca Buku di Tengah Waktu yang terus Bergerak


 

Oleh : Agung Hidayat)*

 

Minggu Pukul 15:00 sore tim Rumah Baca Mentari berkumpul di Masjid Ta’mir untuk melaksanakan gelar buku di Alun – Alun Wononulyo yang sering dimulai pada pukul 15:30. Namun sebelum beranjak ke lokasi gelar buku kami melaksanan Sholat Ashar berjamaan terlebih dahulu, Rumah Baca Mentari memang terletak di Masjid Ta’mir yang berlantai dua lantai pertama digunakan untuk kegiatan organisasi dan perpustakaan Rumah Baca Mentari sedangkan lantai atas digunakan untuk Sholat.

Seusai Sholat tim Rumah Baca Mentari bergegas menuju Alun – Alun Wonomulyo dengan membawa Sekardus buku yang telah dipersiapkam sebelumnya dan tikar alas buku, sesampai di Lokasi yang berhadapan dengan pasar lokal Wononulyo serta berdekatan dengan Kantor Kecamatan Wonomulyo tim lansung menyusun dan menggelar buku – buku yang telah dibawa dari Perpustakaan RBM menggunakan sepeda motor.

Sore itu tak semua pegiat di Rumah Baca Mentari yang dapat ikut hanya ada saya, Dhani, Fakruddin dan Dean. Tak butuh waktu lama buku yang telah kami gelar di hampiri oleh masyarakat yang hadir di Alun – Alun untuk menikmati suasana sore kota Wonomulyo, Alun – Alun Wonomulyo menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu sore di sana kita dapat bersantai, berolahraga dan bermain bersama.

Pengunjung pertama kami sore itu datang seorang bapak bersama 4 orang anak dua perempuan dan dua laki laki awalnya mereka hanya melihat – lihat buku kami lalu duduk mengambil dan membaca buku. Mereka saling menawarkan buku satu sama lain untuk dibaca dan seorang bapak tadi memperihatkan buku kepada anaknya yang bergambar anak kecil sedang tersenyum, anak kecil tersebut belum bisa membaca namun terlihat senang menikmati gambar yang di perlihatkan oleh bapaknya.

Sekitar jam 16:00 sore dengan suasana yang begitu cerah dan terang datang serombongan anak kecil berjumlah delapan orang, salah satu dari mereka berkata “sini ini buku bisa dibaca gratis tidak di jual” sambil mengajak teman – temannya yang lain untuk mendekat dan membaca buku. Anak memang sudah sering kami jumpai saat gelar buku di Alun – Alun Wonomulyo.

Anak – anak tersebut mendekat lalu duduk sambil membaca buku pilihan masing – masing, tak lama kemudian datang pula gerombolan anak lainnya namun terlihat malu – malu untuk menyentuh buku kami, sontak pun kami mengajak mereka “sini dek baca buku, gratis tidak bayar” kata ku sambil memberikan mereka buku – buku bergenre anak, mereka lansung menerima lalu duduk di dekat kami dan berkata “kami kira bukunya dijual kak” sambut salah satu dari mereka kepadaku, “tidak, buku ini bebas untuk dibaca” kataku pada mereka.

Buku – buku yang awalnya rapi kami susun seketika berubah menjadi tak beraturan di akibatkan reaksi membaca anak yang bergitu beragam. Namun hal itu telah menjadi hal biasa bagi kami selama ini. Pukul menunjukan 17:30 menandakan kami untuk bersiap mengistirahatkan gelar buku sore ini.

Waktu terus bergerak sore beranjak menuju malam memaksa kami dan warga lainya untuk bersiap dan begegas pulang, kami pun membereskan buku – buku lalu pulang meninggalkan Alun – Alun. Kami senang kegiatan kami ramai di hampiri warga utama anak – anak, kedatangan pengunjung menjadi penyemangat kami untuk terus bergerak dan berbagi lewat perpustakaan jalanan baik gelar buku.

)* pegiat di Rumah Baca Mentari.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *