Literasi, Berbagi dan Spirit Kaum Muda


Oleh : Agung Hidayat)*

 

Selasa, 31 Juli 2018. Saat waktu petang kira – kira Pukul 17:00 ada empat anak muda dari Komunitas Pallang Literasi Desa Katumbangan Lemo mendatangi Rumah Baca Mentari, maksud kedatangan mereka sebagai komunitas yang baru berdiri 3 hari yang lalu adalah untuk mengambil beberapa buku yang ada di Perpustakaan yang telah di janjikan oleh tim Rumah Baca Mentari, untuk digunakan sebagai bahan litetasi atau bacaan bagi warga yang ada di Desa Katumbangan Lemo.

Di era saat ini, dimana informasi begitu sangat penting, begitu pula Informasi telah menjadi sebuah kebutuhan yang dapat di peroleh dengan sangat cepat. Maka, memperoleh dan merespon informasi dapat pula di lakukan dengan begitu cepat.

Saat mendengar kabar bahwa ada komunitas baru yang memulai gerakan literasi, maka dengan cepat pula kami merespon keberadaan komunitas tersebut. Kami sadar dalam memulai gerakan ini dahulu dimana buku menjadi kebutuhan yabg sangat urjen untuk memulai gerakan literasi, maka sebagai komunitas literasi yang lebih terdahulu memulai, sehingga membuat kami ingin sedikit membantu dengan menyalurkan beberapa buku yang kami miliki sebagai bentuk kepedulian sesama komunitas literasi.

Komunitas Pallang Literasi di punggawai oleh anak – anak muda, serta memiliki semangat yang tinggi, karena sewaktu pagi kami menghubungi mereka bahwa komunitas kami ingin membantu, maka  dengan semangat anak muda yang dimiliki sorenya mereka lansung menghampiri kami, menjemput buku-buku yang telah menantinya.

Setibanya mereka di RBM, saya bersama Dean dan Fakruddin lansung memilihkan beberapa buku serta lansung dimasukkan kedalam kardus, ada dua kardus mereka bawa pulang hari itu. Mereka juga bertanya-tanya tentang RBM “sudah berapa lama perpustakaan Rumah Baca Mentari” kata salah satu dari mereka “kami sudah setahun lebih” jawabku.

“Waktu membentuk perpustakaan RBM ada berapa orang kak” tanya mereka lagi, “kami bentuk ini hanya beberapa orang saja namun di perjalanan ada yang bergabung”.

“Apa yang membuat kakak medirikan perpustakaan” tanya mereka, “kami membentuk ini awalnya hanya ingin memiliki perpustakaan di sekretariat, namun dengan berjalanannya waktu kami buka untuk perpustakaan umum” saya sedikit menjelaskan sejarah pendirian RBM.

Sebelum pulang mereka meminta  melansungkan ritual foto bersama di RBM saya tidak tau makna dari foto bersama bagi mereka, namun bagi kami foto bersama sebagai pendokumentasian serta untuk eksistensi namun memiliki makna.

Sama halnya dengan Rumah Baca “Mentari” yang ingin memberikan sinar pencerahan, Rumah Baca “Pallang” pun demikian kata “pallang” dalam bahasa mandar yang artinya “pelita” mereka ingin menjadi sumber pelita yang memberikan cahaya terang bagi warga, utamanya generasi muda yang ada di Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar.

)* pegiat di Rumah Baca Mentari.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *