Kutulis Sebuah Catatan Untuk MU


Oleh : Ainun Mahfiroh kelas XI, Adm. Perkantoran SMK MUHAMMADIYAH LEBAKSIU

Ainin Adira gadis manis bertubuh gempal ini tengah melihat serta mencari denah kelas yang terpampang di papan pengumuman . Administrasi perkantoran, itulah jurusan yang gadis itu pilih, ia percaya dengan mengambil jurusan itu dia akan mudah menggapai mimpi – mimpinya , kelak dia ingin sekali menjadi penerus Ayahnya yang kini menjadi Direktur di Perussahaannya sendiri.

Hari ini , Kamis 18 Juni 2015 adalah hari yang sangat istimewa bagi gadis bertubuh gempal yang kini tengah berjalan menuju sekolah yang akan dia tepati untuk menimba ilmu serta mencari jati dirinya, Inilah hari terakhir Forum Ta’aruf Siswa ( FORTASI) Siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu sekolah terfaforit di Kabupaten Tegal Jawa Tengah

Setelah cukup lama mencari denah ruang kelas Administrasi Perkantoran akhirnya Ainin menemukannya .

“ Lantai dua pojok kanan, depan ruang BK “ umpatnya pelan
Sambil berbalik untuk menaiki anak tangga tiba-tiba saja seseorang dengan lantang memanggil namanya

“ Ainin “ teriak seseorang yang berada cukup jauh dari tempat Ainin berdiri
sebelum berbalik badan untuk melihat siapa yang memanggilnya Ainin tampak berfikir bahwa suara itu tak asing baginya, dan ternyata dugaannya benar, seorang gadis bertubuh ramping dengan earphone yang tergantung di lehernya tampak menatapnya dengan senyuman yang sangat dia kenal dan dia rindukan sejak dulu, seorang sahabat yang selalu menemaninya dalam suka maupun duka gadis itu bernama Pita ( Eka Puspita Dewi ) sahabat semasa Ainin kecil.

Sedari kecil memang mereka selalu bersama dimana ada Ainin pasti di sampingnya ada Pita namun karena pekerjaan orang tua Ainin yang harus pindah unytuk memantau perusahaan yang berada di luar kotalah akhirnya mereka berpisah untuk sementara hingga kini mereka bertemu kembali di sekolah baru jenjang atas . Bagaikan saudara yang terpisah selama bertahun-tahun Ainin dan Pita saat ini

“ Kemana aja lo nin gua kangen sama lo canda lo kebawelan lo ah pokoknya gua kangen banget sama lo “
“huft maafin gua ta kalo aja bokap gua gak berkelit tentang pekerjaannya mungkin saat ini kita selalu bersama kaya dulu “
“ah udah lah gua mau nanya gimana sekolah smp lo di sana apa ada yang lebih asik dari gua Nin”
“kalo yang asik mah banyak tapi yang bawel kaya lo mah jarang “
Jawaban Ainin yang satu ini sontak membuat Pita tersenyum malu karena ternyata sahabatnya ini tak pernah melupakannya
“ ah lu Nin bikin gua malu ajah “
“ ah udah lah lu baperan udah yuk ke atas langsung ke kelas aja”
“okelah kita ke atas “
Kini dua sohib itu berjalan menuju kelas barunya yang terletak di lantai dua

Menjadi Polisi,Dokter,Guru ataupun Presiden sekalipun tak pernah terlintas dalam benak seseorang . Jika bisa memilih semua orang pasti akan memilih kehidupan yang layak dan tak kekurangan suatu apapun atau kehidupan yang tak perlu menanggung kesusahan hidup namun tidak pada kenyataannya , ada takdir tuhan yang telah di tetapkan . Hanya bagaimana manusia tumbuh dalam keadaan yang ada di sekelilingnya dan memilih jalannya masing –masing
Seperti halnya seorang pria yang memakai kemeja cokelat dengan kacamata yang tersemat di antara kedua matanya itu . Menjadi guru adalah pekerjaan yang sudah Tuhan gariskan kepadanya.

Tak pernah sedikitpun dia menegeluh tentang pekerjaannya. Kecerdasan dan gayanya yang menarik saat mengajarlah yang membuat pria ini di gemari oleh murid-muridnya sebut saja Afri pria berusia 29 ini adalah salah satu guru mata pelajaran di SMK Muhammadiyah Lebaksiu, namanya melecit di berbagai organisasi, ke aktifannyalah yang membuat dia sukses mengemban pekerjaan-pekerjaan yang menurut orang sangat sulit, tidak hanya menjadi seorang guru tetapi beliau juga menjadi seorang wartawan di salah satu chanel TV swasta

Sama dengan sekolah-sekolah yang lain , SMK Muhammadiyah Lebaksiu tampak ramai setelah bel istirahat berbunyi. Tak terkecuali Ainin, usai berkenalan dengan ke 28 teman dan 1 sahabatnya ,Ainin mengajak teman-temannya menuju kantin, wajah chubinya yang bundar manis membuat siapa saja orang yang melihatnya ingin mencubitnya , Senyumannya yang khas juga membuat teman-temannya nyaman bersamanya . Pita mengajak Ainin makan soto di salah satu warung makan

“ Bu sotonya 2 ya bu yang pedes banget “ Ucap Pita
“ iya neng minumnya apa “
“ Kamu mau minum apa Nin ??”
“ hmm gua capucino aja lah “
“ Minumnya cokelat sama capucino ya bu “
“ Oh iya neng sebentar ya”

Suara bising di dalam ruangan guru ini begitu mengganggu bagi siapa saja yang tak biasa terfokus dengan pekerjaannya . Sangat berbeda dengan dengan pria yang tengah menatap layar monitornya . Sorot matanya tak pernah beralih meskipun suara bising itu tampak menyeruak mengganggu telingan

“ prang “ suara benda terjatuh
membuat pria ini sekejap mengalihkan perhatiaannya mencari apa benda yang terjatuh , seorang wanita paruh baya terlihat mengambil kembali barangnya yang telah jatuh
“ Kenapa Bu apa yang membuat Anda menjatuhkan penggaris Ibu” ucap pak Afri membuka pembicaraan
“ ini pak saya pusing merekap nilai anak-anak yang harus selesai hari ini juga”
“tenang bu jangan Anda merasa itu adalah sebuah beban anggap saja itu adalah sebuah tugas yang sepatutnya Anda kerjakan “
“ Yah pak Afri kalo itu mah juga sudah saya terapkan sama diri saya sendiri, ya sudah saya mau ke kelas dulu pak saya ada jam “
“Oh iya bu silakan”
Wanita paruh baya itu kini meninggalkan kantor dengan membawa beberapa buku tebal yang akan digunakannya untuk mengajar
Afri yang tadinya sangat focus dengan monitor leptopnya kini pun beralih menatap jadwal mengajarnya
“ Pak di tunggu sama kelas 11 AP “ tutur seseorang yang kini tengah berdiri di hadapannya dan kini mengalihkan perhatian guru muda itu
“ Oh iya nanti saya masuk ya “ ucap Afri sedikit gugup karena tadi sedikit tercengang kaget dengan sapaan muridnya

Baru saja muridnya keluar kini Afri tengah membereskan meja kerjanya yang semula berserakan buku nilai dengan satu buah leptop di sampingnya tampak dia masukan ke dalam laci meja kerjanya, selepas itupun dia menyusul langkah muridnya yang kini tengah menghilang di balik pintu kantor
“ Karna hari ini gua lagi baik semua yang bayar gua “
“ Ah yang bener lu Ta “
“ Iya mau gak nih ???”
“Hahahahaha iya iya mau “

Ainin tersenyum gembira saat tau makannya akan di bayar oleh sahabat kecilnya itu , tak hanya itu Ainin juga merasakan rasa persahabatan yang pernah terputus dulu seakan kembali lagi diantara keduanya, Ainin tak pernah menyanggka jika dengan kembalinya ia ke desa kelahirannya itu dia dapat bertemu kembali dengan sahabatnya itu rasa rindu yang menyeruak di lubuk hatinya kini telah terobati semuanya seakan menjadi lembaran kosong yang harus diisi dengan kisah-kisah yang indah seperti dulu.

“udah yuk ke kelas “ ucap Pita yang sudah membayar beberapa makanan yang telah ia dan Ainin habis
“ iya yuk pasti udah masuk deh”

Usai mengajar kelas 11 AP tampaknya pria ini tengah megitar mencari suatu ruangan yang akan dia ajar selanjutnya, beberapa saat mencari kini dia menemukan ruangan itu ruangan merlambangkan huruf X dengan kalimat yang berada di belakangnya Administrasi Perkantoran
( kelas dalam keadaan ramai )
**
“ Assalamualaikum Wr Wb “ ucapnya sambil berjalan menuju tempat yang sudah di sediakan
Kelas yang semulanya rame kini tampak hening semuanya tampak menatap fokus asal suara yang tadi tengah mendebarkan hati mereka sebagai murid baru
“ Waalaikum sallam Wr Wb” ucap mereka kompak dan kemudian terdiam kembali
“Baik ini kelas 10 AP betul “
“ betul Pak “ ucap mereka kompak “
“ Hebat setelah bapak liat dari depan sini tampak kalian semua adalah murid-murid hebat
ya , tapi ada satu hal yang perlu kalian tahu bahwa murid hebat dan berprestasi bukanlah murid yang suka berdiam diri dan tegang “

Ucapan dari guru muda yang satu ini berhasil membuat seisi ruangan tampak mengangkat mulutnya lebar-lebar mereka seakan tau bahwa ucapan tadi adalah sebuah sindiran yang amat sangat halus untuk mereka yang kini merasa tegang dan tak tau harus berbicara apa
“ Baik anak-anak ada yang sudah mengenal bapak “
Semuanya tampak menggeleng mendengarkan pertanyaan yang di ajukan oleh guru muda ini tak terkecuali Ainin dan Pita
“ Itu mba yang memakai kaca mata namanya siapa”
Gadis yang menjadi tujuan guru muda ini tampak kebingungan melihat –lihat ke belakangnya apakah benar dia yang di tunjuk,
Setelah bingung dan tak ada yang merasa kecuali dirinya akhirnya dia menjawab pertanyaan dari guru muda di depan
“ Nama saya Nufus pak Nufus Cantika “
“ nama yang bagus, kamu tau kamu adalah anak yang hebat”
Nufus hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya memamerkan sederet giginya yang putih
“Loh kenapa menggeleleng benar kamu adalah anak hebat karena kamu bisa masuk ke sekolah yang hebat ini “
“ Hehe iya terimakasih pak “
“ Oke baik kamu bisa duduk mba ,, oke baik nama saya Afri Gufron kalian bisa panggil saya pak Afri sudah tau kan saya mengajar apa “

Masih sama dengan situasi yang sebelumnya tetap diam dan menggelengkan kepala bingung, entah apa yang ada di dalam benak mereka mungkin karena baru mengenal atu sama lain hingga mereka tampak kurang kompak

“ Baik pak guru mengajar bahasa Indonesia , selain itu bapak adalah seorang sastrawan dan seorang wartawan jadi kalo di antara kalian ada yang memiliki hasil karya bisa juga lewat saya entah itu cerpen novel atau pusisi yang karyanya bagus akan saya terbitkan “
Semuanya tampak memandang serius terhadap guru yang satu ini dan tampak seorang gadis berpipi chuby mengangkat tangannya untuk sejenak menanyakan yang ia ingin tanyakan

“ Pak nama saya Ainin Adira pak saya mau bertanya saya suka menulis saya juga suka membaca sudah banyak novel yang say abaca seperti karya Andrea Hinata,Tere liye dan yang lainnya saya juga sudah memiliki 2 cerpen berdasarkan dengan kehidupan nyata saya dan 1 novel berdasarkan imajinasi saya dan yang ingin saya tanyakan apakah boleh saya kasihkan ke pak guru untuk di koreksi penulisan dan isinya “ ucap Ainin panjang lebar

Seluruh penghuni kelas menyudutkan Ainin sebagai sudut pandang mereka merasa takjub dengan ungkapan panjang salah satu temannya tadi . Ainin yang merasa dirinya sebagai sudut pandang kini Nampak rona merah di kedua pipinya yang chuby namun karena sifat tegasnya lah yang membuat dia tahan agar tidak malu di depan teman-teman barunya

“ Wuih HEBAT boleh sangat boleh mba namanya mba Ainin ya oke mba Ainin teruskan karya kamu mba . Lihat salah satu dari teman kalian begitu hebat kan ayo tunjukan bakat kalian bla …bla ..”
Kelas yang semulanya canggung kini terlihat akur dan banyak kata-kata yang terlontar dari siswa Maupun guru.

Catatan : TULISAN INI Inspirasi untuk seorang guru dibalik papan tulis untuk sebuah rasa motivasi menulis.Kepada ,H.A 19 April.
Penulis adalah Relawan Penggerak Literasi Sekolah SMK Muhammadiyah Lebaksiu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *