Kokam Kemanusiaan dan Ainul Yakin


Oleh: Iwan Setiawan


Hari ini saya ikut bakti sosial pengiriman air bersih Kokam Nitikan ke Gunungkidul. Bekerja sama dengan Kokam Gunungkidul. Salah satu lokasi baksos di Pesantren Ainul Yakin di Tepus, Gunungkidul.

Pesantren Ainul Yakin dengan pengasuh Ustadz Isma adalah pesantren yg mayoritas santri berkebutuhan khusus: down sindrom, gangguan perilaku dll. Di pesantren ini santri mendapatkan lingkungan yg sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Mulai dari pendidikan, pertemanan hingga kebutuhan spiritual.

Saya senang ada 4 anggota Kokam Gunungkidul yg menjadi pengelola pesantren. Kokam yg sering dipersonifikasikan dg urusan machoisme juga mengurusi pendidikan khusus yg butuh kesabaran. Kawan2 Kokam ini ikut mengasuh 50 santri berkebutuhan khusus.

Kokam yg ikut mengelola Pesantren Ainul Yakin ini tentu menjadi salah satu role model dalam pengembangan karya nyata Kokam dalam urusan kemanusiaan.

Ainul Yakin:
Ustadz Isma atau Guru Isma pengasuh Ainul Yakin adalah kawan saya. Kawan dalam arti yg biasa: dia berasal dari Kalimantan, sekolah SMA di Jogja dan istrinya orang Nitikan, kampung saya tinggal. Dia fokus pada pendidikan berkebutuhan khusus. Sejak tahun 2012 mendirikan Ainul Yakin. Ainul Yakin membuka kejar paket A, B dan C, sehingga tidak bisa disamakan dg SLB.

Ustadz Isma punya visi tentang menangani anak berkebutuhan khusus: membangun lingkungan yg khusus untuk anak inklusi dan ditangani 24 jam. Maka jadilah pesantren Ainul Yakin yg fokus pada program hafidz quran, terapis siswa berkebutuhan khusus dan entrepreneurship.

Ainul Yakin kini berdiri dilahan 11.000 m. Ustadz Isma menyiapkan lingkungan untuk santrinya bisa tinggal disini, beraktifitas, beribadah, bekerja, menikah dan hidup di Ainul Yakin.Tentu bagi santri yg ingin tetap disini.

Siswa berkebutuhan khusus yg diterima Ainul Yakin bukan down syndrom dan keterbelakangan mental saja, tetapi sekarang juga menerima anak yg bermasalah dg kenakalannya, kecanduan gadget dan pecandu narkoba.

Ainul Yakin dan Ustadz Isma menurut saya aplikasi dari civil society: didirikan dg visi anak muda, tanpa bantuan negara dan disokong oleh masyarakat dari kantong mereka sendiri.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *