Khusus Bulan Januari, Kirim buku Bebas Biaya Untuk Komunitas Literasi Tanggal 31


Indonesia-Pustakamu.id- Setelah dua pekan tidak ada informasi nasib pengiriman buku gratis via PT Pos akhirnya ada berita gembira lagi yaitu bahwa pengiriman bulan ini akan diberikan layanan tanggal 31 Januari dengan ketentuan lama sampai ada ketentuan baru yang sedang di godog di Kemendikbud.

Kabar baik dan ada kabar sedihnya juga melihat hasil kesepakatan antara Pos dgn Kemendikbud yang diposting oleh Presiden Pustaka Bergerak, Nirwan Arsuka, di antaranya pointa sebagai berikut:

  1. Uuntuk bulan Januari sd Desember 2019 biaya pengiriman Buku ditanggung oleh Pihak Kemendikbud.
  2. Mekanisme pengiriman buku, masyarakat / donatur / penggiat literasi menyerahkan buku ke kantor Kemendikbud setempat (kabupaten/kota (tidak lagi ke ktrpos) sebelum tgl 17/1/2019.
  3. Buku2 yg akan dikirim akan diperiksa dulu oleh pihak kemendikbud.
  4. Pos akan menjemput buku tsb di kantor kemendikbud (sudah di packing dan sdh dikasih alamat, alias siap kirim).
  5. Tapi untuk bulan ini akan dilakukan pada tanggal 31Januari 2019, pengiriman buku tetap menggunakan pola lama. Pengirim langsung datang ke kantorpos.
  6. Pola baru akan diterapkan mulai Februari 2019 dst.

Menyeleksi buku ini menjadi point yang bakalan memberatkan dan tidak efektifnya kerja pergerakan buku-buku mengingat perjalanan buku harus ke jakarta dulu (misal) dan proses ini memakan waktu yang tidak singkat. Nirwan Arsuka memberikan catatan penting kepada kebijakan ini:

Saya kira, keinginan Kemendikbud agar semua buku yang terkirim itu harus lolos seleksi, adalah keinginan yang baik dan sah. Karena Kemedikbud yang menjadi penanggung jawab dan membayar kirim buku gratis itu, tentu saja perlu Kemendikbud memastika buku-buku yang terkirim itu memang bermutu … Yang penting mekanisme penyeleksian buku itu tidak merepotkan diri sendiri. Tak perlu menambah masalah yang bisa dihindarkan. Yang jelas, pembaca kita bukan hanya anak-anak, tapi juga kaum muda dan dewasa. Apakah kemudian buku-buku untuk orang dewasa misalnya akan dikeluarkan nanti dari pengiriman? Nanti perlu kita bicarakan lagi. Demikian juga, pembaca kita itu berasal dari semua agama. Buku-buku agama tentu tak bisa dibuang begitu saja dari daftar buku yang dikirim …. Yang tampaknya jadi perhatian utama dari Kemendikbud adalah buku-buku yang berisi ajaran radikal yang tak sesuai landasan negara, buku-buku yang menganjurkan terorisme, dll … Kita juga tentu tak setuju buku-buku yang mengkampanyekan kekerasan dan penggantian sistem bernegara ini ikut beredar gratis memanfaatkan FCL … Tapi, kalau mau sungguh-sungguh menumpas penyebaran ajaran radikal dan terorisme, maka caranya jelas tidak cukup dengan memfilter buku-buku yang akan disumbangkan masyarakat lewat FCL. Harus ada cara lain … Intinya: jangan menggaruk di tempat yang salah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *