Kemeriahan HUT RI ke 73 di Desa Kiarapayung


Oleh Lilih Muplihah)*

 

Pustakamu.id-Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia kini menginjak usia 73 tahun. Usia yang dewasa jika ukuran manusia. Harapan atas peringatan hari ulang tahun ke 73 ini adalah kemajuan – kemajuan dalam berbagai bidang yang dapat dirasakan oleh semua elemen. Meskipun keadaan negeri ini tengah campur aduk antara suka dan duka. Bali dan  NTB tengah dirundung duka atas bencana alam yang menimpa. Timnas sepakbola U-16 memberikan kado hari ulang tahun dengan memberikan gelar juara di pentas sepak bola se-Asia Tenggara. Serta perhelatan pesta olahraga di Benua Asia di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

Terlepas dari pergulatan politik para bakal calon legislatif dari DT II sampai Pusat sampai liku – liku cerita pemilihan calon wakil presiden yang menjadi topik utama di pemberitaan. Peringatan HUT RI 73 ini dilaksanakan sampai tingkat desa. Seperti halnya di Desa Kiarapayung Kecamatan Rancah yang termasuk pada wilayah Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini dimeriahkan dalam berbagai rangkaian acara. Lomba – lomba, perkemahan yang juga diselenggarakan pada peringatan HUT Pramuka dan upacara pada tanggal 17 Agustus 2018 sebagai acara puncak.

Perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia dari karang taruna, perangkat desa, PKK dan BPD sangat beragam. Tujuan dan sasaran pelaksanaannya adalah masyarakat dan aktifnya masyarakat sehingga mau berpartisipasi dalam peringatan ini. Diantara perlombaan itu adalah permainan tradisional seperti bakiak, pertandingan voli antar kampung, penilaian K3 tiap dusun dan yang paling unik adalah senam yang diikuti oleh para lansia. Lansia yang juga diikutsertakan sebagai peserta lomba merasakan kebanggaan tersendiri karena sudah berpartisipasi.

Acara puncak dari rangkaian acara ini adalah upacara peringatan HUT RI, dilanjutkan dengan pengumuman juara pada perlombaan. Anak – anak Raudhatul Athfal, siswa SD – SLTA dan masyarakat se-Desa Kiarapayung menjadi peserta upacara. Sedangkan Kepala Desa Kiarapayung yang menjadi inspekturnya. T. Rusnadi selaku Kepala Desa Kiarapayung mengatakan “Saya merasa bangga dengan suksesnya acara ini. Ini lebih meriah dari tahun sebelumnya dan semua merasakan euforia kegiatan”. “Meskipun tahun 2018 ini upacara dilakukan di hari Jum’at yang waktunya agak singkat karena pelaksanaan Shalat Jum’at, tapi acara ini berjalan khidmat dan lancar. Pesertanyapun memeriahkan dengan iringan keseniannya yang ditampilkan tiap dusun. Semoga untuk kedepannya bisa lebih meriah lagi dari tahun ini.” Beliaupun menambahkan “tahun ini semua masyarakat yang menjadi partisipan cukup merata. Mulai dari anak – anak sampai kakek-nenek lansia juga mengikutinya.”

Berbagai kostum yang digunakan peserta, seperti dresscode merah putih, batik dan seragam olahraga. Terlihat pula kata sambutan Asian Games 2018 yang dibawa oleh rombongan anak – anak. Menurut Guru RA Manba’ul ‘Ulum, Onih Sumarni, “Kita kan sedang menunggu pembukaan Asian Games yang diselenggarakan besok, jadi anak – anak didik saya menggunakan seragam olahraga dan topi kertas. Biar beda sama yang lain, gitu.” Ia menambahkan “Selain itu, kita semua mengharapkan Indonesia meraih medali emas sebanyak – banyaknya. Bangga Indonesia kini menjadi tuan rumah Asian Games 2018”. “Anak – anak juga sangat antusias mengikuti upacara ini” tandasnya.

Menurut Anggita, Novi dan Vina siswa sekolah dasar kelas enam kesannya mengenai pelaksanaan peringatan HUT RI 73 ini sangat seru. Siswa dari SDN Kiarapayung 3 ini menyebutkan kalau nanti setelah lulus mau jadi penampil di acara itu tahun depan. Muhammmad Hidayaturroby atau yang sering dipanggil Obi, anak RA Manba’ul ‘Ulum sambil malu – malu mengatakan “seru ih, tadi juga ikut joget waktu ada musik”. Pembawa baki bendera merah putih Rahma Aulia bercerita pengalamannya ini bikin deg deg serr. “Aku deg – degan saat membawa baki ini, tapi pengalaman ini sangat seru dan senang dengan kemeriahan yang ada”.

Kemeriahan peringatan ini juga bukan berarti melupakan kepedulian akan saudara – saudara sebangsa dan setanah air di NTB dan Bali yang menjadi korban bencala alam gempa bumi. Doa dipanjatkan untuk ketenangan dan ketegaran merekapun terselip dalam doa bersama pada penutupan upacara peringatan HUT RI ke 73 di Desa Kiarapayung ini.

 

)*Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ashabul Yamin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *