Jihad Literasi


Oleh: Fathan Faris Saputro, Arek Solokuro dan Pegiat Api literasi
Kualitas literasi masyarakat mempengaruhi proses-proses perwujudan kesejahteraan. Menurut sejumlah indikator kuantitatif indonesia termasuk negara dengan tingkat literasi di indonesia sebenarnya tantantangan klasik. Tetapi saat ini dapat dijadikan agenda penting yang prospektif. Di indonesia program-program pengembangan literasi didukung oleh masyarakat dan negara dengan berbagai jenis dan model pendekatan yang berbeda.
Saya kira harus segera dijawab mengapa tradisi oral tetap tegak dan sangat kuat. Pentingnya membaca, masyarakat belum menyadarinya. Tapi setidaknya kampanye gerakan membaca itu tidak boleh dihentikan oleh apa pun dan siapa pun. Ini adalah bentuk perjuangan atau jihad yang tak kalah mulianya dengan ritual ibadah. Lantaran terjadi pergeseran dahsyat, bahwa era ini tafsir mengenai butuh aksara, butu huruf sudah bergeser miliaran kilometer.
Awalnya buta aksara di dasarkan pada kemampuan membaca dan menulis. Tapi kini terletak pada sejauh mana orang bisa memanfaatkan kemampuan membaca dan menulis untuk mengembangkan diri dan lingkunganya. Sehingga, jika dulu kita harus “melek huruf”, kini tampaknya perlu “melek baca”. Supaya tidak “buta baca” yang berakibat “Buta Realitas”. Sehingga apa yang disebut taufiq ismail “tragedi nol baca” harus segera kita akhiri.
Perjuangan literasi, di Lamongan nampaknya sudah dimulai oleh komunitas-komunitas baca. Salah satunya adalah Rumah Baca Api Literasi (RBAL). Komunitas RBAL ini menyediakan berbagai jenis bahan bacaan baik buku, majalah, cerita anak yang merupakan koleksi komunitas dan anggota yang dishare secara suka rela. Menariknya kekuatan komunitas ini adalah pada nilai voluntarisme. Jenis buku-buku yang tersedia meliputi buku bacaan umum seperti buku psikologi, social, ekonomi, seri remaja, anak-anak, life skill, dan sebagainya.
Selain menyediakan buku-buku, RBAL juga mengadakan diskusi mingguam setiap kamis malam, di singkat dengan KAMISAN (kajian malam insan berkemajuan). Juga bedah buku setiap satu bulan sekali. Dan tak yang menarik lagi adalah “RBAL on the street” atau “perpustakaan jalanan”. RBAL on the street (ROTS) ini di gelar di terminal tunggul paciran lamongan setiap sabtu sore. Suasana gelaran buku dari jam 16.00 sampai dengan 19.30 WIB cukup memuaskan yang mengunjungi baik yang sekedar melihat judul koleksi, duduk membaca sampai meminjam. Seminar sampai workshop kepenulisan.
Kegiatan RBAL on the street ini dapat memberikan motivasi bagi masyarakat betapa pentingnya budaya literasi. Wajib dipelihara dan dilestarikan. Semua orang dapat terlibat membaca atau meminjamkan bahan bacaan tanpa ada skat perbedaan agama, suku, usia dan apa pun di dalamnya. Komunitas  inilah adalah cermin dari penerimaan kami atas keberagaman anak bangsa.
Dari apa yang telah dilakukan oleh para pegiat literasi di RBAL lamongan. Memberikan arti penting bahwa “gerakan membaca” adalah suatu gerakan yang harus di pelopori oleh siapa saja dan lebih dari itu, sebagai visi pencerdasan, pemberdayaan, dan pembebasan masyarakat, maka negara pun tidak boleh absen dari gerakan ini. Tak ada Bangs yang maju tanpa budaya literasi. Tak ada budaya literasi tanpa didukung oleh pemenuhan hak-hak akses buku-buku bacaan. Hak-hak mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi. Hak mengembangkan akal serta melakukan penelitian sebagai pengabdian kepada ilmu pengetahuan.
Peningkatan kemampuan literasi merupakan suatu prasyarat penting bagi pertumbuhan kualitas kehidupan. Memperjuangkan literasi bagi kepentingan orang banyak, merupakan tanggungjawab bersama masyarakat dan negara. Hal itu dapat dilakukan melalui pembentukan komunitas literasi, kampanye hak membaca dan buku murah bagi masyarakat, mendesak subsidi negara terhadap buku, serta berbagai agenda penting lainya. Perjuangan literasi akan memberi dampak bagi perkembsngan budaya literasi masyarakat. Hal tersebut tentu saja akan memberi pengaruh yang sangat sisignifikan bagi masyarakat di masa yang akan datang. Jihad literasi berarti memperjuangkan kualitas kehidupan yang lebih baik untuk genarasi berikutnya.
📚LITERACY IS MY SPIRIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *