Irta Amalia dan Gerakan Seni Budaya


Oleh: Sri Lestari Linawati
Dosen Universitas Yogyakarta.

Panas terik siang kemarin, tak mengurangi kebahagiaan mahasiswa dan Keluarga Besar UNISA Yogyakarta berjoget bersama Irta Amalia, Guest Star Unisa Festival 2018. Semua larut dalam suara merdu mahasiswi cantik berjilbab ini. Tampilan mahasiswa Musik semester 4 Universitas Negeri Yogyakarta ini anggun dengan permainan melodinya yang menawan.

Deretan lagu-lagu “Bojo Galak”, “Pikir Keri”, “Akad”, “Sayang 1”, “Sayang 2”, “Jaran Goyang” dialunkan dengan merdu oleh penyanyi asal Grabag, Magelang ini. Sang Bunda dan Abah memberikan support luar biasa pada pengembangan jiwa seni keempat putra-putrinya. “Saya tidak mau anak-anak kami tersiksa seperti abah ibunya di jaman dulu. Tidak mendapat dukungan sama sekali oleh kedua orang tuanya, padahal jiwa seni keduanya mengalir dengan begitu hebatnya,” ungkap Sang Bunda.

Kehadiran Irta Amalia Official seakan menjawab kegelisahan saya pada seni yang selama ini menghantui. Irta mampu menghadirkan lagu dangdut yang merakyat dengan penuh kelembutan dan santun. Berjilbab pula. Dengan keramahan, Irta menyapa penontonnya dan selalu memberikan kesempatan kepada penonton untuk tampil bersamanya di atas panggung. Ketrampilannya bukan hanya di vocal dan melodi, namun juga keutamaan pribadi Irta. Irta teguh berjilbab dalam setiap tampilannya dan ramah pada penonton. Irta sadar betul bahwa dia sedang menghibur penonton, maka dia selalu menanyakan lagu apa yang diinginkan penonton untuk dibawakannya.

Anda yang tidak sempat hadir menyaksikan penampilan Irta di universitas berwawasan kesehatan, pilihan dan unggul berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan ini, jangan khawatir. Tidak perlu murung dan bersedih hati. Anda bisa menyaksikannya di youtube: Irta Amalia. Fans resminya di fb adalah IRTANESIA.id. Adapun instagramnya Irtatata.

Perjalanan hidup dan karir musik Irta dapat Anda saksikan di youtube. Mulai lagu-lagu dan penampilannya di TV, acara hajatan, hingga wawancara blak-blakan Irta. Menarik.

Anda yang hendak hajatan dan butuh hiburan dari Irta Amalia Official, bisa menghubungi saya. Ditanggung puas deh. Cie.. promosi nih.. Hehe.. kabar baik kan harus disebarkan..

Eh, bener lho, selain terhibur, Anda dapat meneladani banyak semangat dari sosok Irta, juga Abah & Bunda. Saya melihat Irta sebagai muslimah yang terpanggil menyuarakan keindahan nyanyian alam, panggilan Tuhan.

Adapun Abah dan Bundanya, keduanya memiliki jiwa seni yang tinggi.

Ada rasa sedih dan kecewa di hati Abah dan Bunda Irta, namun rasa hormat pada orang tua mengantarkan beliau berdua untuk senantiasa menghaturkan kebaktian, meski beliau tidak mendukung jiwa seni mereka.

Bisa difahami, orang tua mana yang rela anaknya menyanyi, mengenakan baju seronok yang menampakkan aurat perempuan? Orang tua khawatir lagu akan melalaikan sang anak pada agamanya. Lagu dan musik, dulu, seakan sesuatu yang terpisah dengan agama. Apalagi orang tua yang mengerti agama, tentu sangat mengkhawatirkan ini.

Hingga kini pun, pemandangan semacam itu masih seringkali kita saksikan, baik di acara hajatan manten atau tayangan di bis-bis AKDP, maupun AKAP, ekonomi maupun patas.

Nah, penampilan Irta Amalia Official yang sudah ditayangkan di youtube, mungkin bisa kita infokan, sosialisasikan pada siapapun, termasuk pada para sopir dan awak bus. Kalau di bis yang ditayangkan penampilan Irta Amalia Official, insyaallah perjalanan kita nyaman dan barakah. Memacu adrenalin kita untuk mendidik anak-anak kita dengan sepenuh cinta dan kasih sayang, membekali mereka dengan ketrampilan dan manajerial. Juga, Ingat adanya Tuhan Allah.

Menghadirkan Irta Amalia Official di hajatan manten? Monggo.. Selain menghibur, juga merupakan alternatif metode pendidikan masyarakat. Semoga dengan itu masyarakat bergeliat bangkit membangun potensi dan kreasi seninya yang telah dicelup dengan sentuhan tauhid. Sungguh Allah Maha Indah dan Menyukai Keindahan.

Anda membutuhkan landasan “Seni Budaya Islam”? Anda bisa membaca buku “Seni Budaya Islam”yang diterbitkan oleh LSBO (Lembaga Seni Budaya dan Organisasi) dan MTT (Majelis Tarjih dan Tajdid) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Gramasurya, Cetakan kedua, April 2017).

Melihat fenomena asyiknya goyang dan membaca “Seni Budaya Islam”, mengajak kita mengerti pentingnya masuk dan aktif dalam Gerakan Seni Budaya. Menurut fitrah dan kodratnya, seni dan budaya itu ada dan melekat pada diri manusia sejak lahir, karena manusia dibekali oleh Allah kemampuan akal budi (karsa, cipta dan rasa) yang berwujud hati nurani, akal dan perasaan. Agama Islam mendorong berkembangnya kebudayaan dan kesenian dengan mengintegrasikan agama, ilmu dan seni. Dalam konteks inilah, penting melakukan inovasi dalam pembelajaran dan proses pendidikan.

Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psi., Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah, dalam dakwahnya selalu menyampaikan bahwa “Bermuhammadiyah itu Berbahagia”. Mari gencar dan sungguh-sungguh menekuni ilmu dan jangan lupa bahagia. Pada hakikatnya bermuhammadiyah itu berislam. Dendangkan lagu keabadian dan hadirkan Tuhan Allah dalam setiap sendi kehidupan. []

Yogyakarta, 2 Mei 2018


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *