Inilah Kisah Membuka Perpustakaan di Desa Terpencil di Bangka Selatan


Laporan: Yuli Sistriani, Sekretaris PW Nasyiatul Aisyiyah Bangka Belitung

 

Bangka Belitung-Terbangun dipagi hari ada berita bahwa di dusun pangkalen batu desa ranggung kecamatan payung kabupaten Bangka Selatan ada delapan (8) siswa yang sekolah disekolah darurat. Mereka bersekolah di surau (masjid tempat ibada orang islam), semangat yang sangat luar biasa dan senyum ceria itu hadir dibibir kecil mereka. Ketika ditanya apa yang diinginkan untuk sekolah daruratnya, mereka menginginkan mereka memiliki perpustakaan di sekolah daruratnya itu sehingganya kami dapat membaca buku apa saja yang kami mau seperti yang sekolah yang ada di Kota. Sungguh bahagia sekali saya sampai di lokasi kampung yang mana tadinya saya pribadi berfikir hanya akan ke sana dengan lima aktifis Nasyiah yang selalu aktif bangkit, bergerak dan bergembira tapi kemarin kami pergi dengan 10 mobil pribadi iring-iringan semacam konvoi dan bisa membawa buku dan mewujudkan perpustakaan mini “Siti Walidah” di Pangkelan, Ini dukungan moral dan material yang mengharukan.

Mendengar ungkapan itu hati kecil saya tergugah untuk menggerakkan kawan kawan nasyiatul ‘aissyiyah untuk bersama sama mengumpulkan buku. Dan luar biasa antosias dari kawan kawan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Bangka Belitung sangat membatu akan keinginan kami mewujudka perpustakaan mini di dusun tersebut. Dalam waktu tak lebih dari dua minggu kami Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Bangka Belitung Dapat mengumpulkan 643 buku.

Kami hubungi pihak desa, guru dan sepat bertanya dengan adik-adik kalau kakak ke sana mau dibawain apa? Dengan polos mereka menjawab “pengen banget dibawakan kue TART (semacam kue ulang tahun) gak tau kenapa air mataku meleleh saat itu, “kami belum pernah kak makan kue ulang tahun yang kaya di kota gitu”, “pasti enak lah rasanya” mereka saling sahut menyahut ketika saya hubungi lewat ponsel. Setelah itu pun saya menghubungi kadus untuk meminta tolong belikan semangka dan melon yang berencana untuk buat es buah, siang itu saya telpon bapak kepala dusunnya “bapak saya minta tolong untuk dibelikan semangka dengan melon untuk es buah ya pak… nanti notanya kasih ke yuli” dengan senyum sumringah saya meminta tolong bapak itu karna saya faham cuaca saat ini di Bangka panas di siang hari.

Seperti tersambar halilitar ketika mendengar jawaban bpk bahwa “maaf bu kami di sini gak pernah makan es buah” dengan semangat luar biasa kami berazam bahwa kami ke sana akan membawa nasi yang cukup untuk semua yang ada di sana karena hanya 41 kepala keluarga dengan jumlah 131 jiwa dan pastinya blinbuah untuk mewujudkan es buah seerta kue tart pesanan adek adek disana

Alhamdulillah sekali, akhirnya setelah melalai jalur darat dan air dengan perahu kayu kecil pada hari Ahad tanggal 29 Juli 2018 Kami PWNA bersama AMM dan komunitas pecinta anak dapat datang langsung membawa buku itu ke dusun dengan dibukus cantik oleh kawan kawan kampong dongeng membuat bahagia adik-adik di sana dengan mendongeng dan permainan seru yang pastinya banyak pesan moral di dalamnya. Semoga program ini akan terus berlanjut, dirawat, dan dijaga bersama-sama. video dapat dilihat di sini https://youtu.be/0v3ogV5Y8L4.

Dukungan dari berbagai pihak sangat berarti untuk memulai kegiatan literasi disini. Bapak Enang Ahmadi selaku kepala LPMP dan Ketua Majlis Pendidikan PWM sangat mendukung program NA dari Melek Baca dan Anak Kampung Wajib Pintar lewat perpustakaan mereka (orang tua) yang belum bisa membaca pun tetap bisa berkunjung dengan melihat buku yg bergambar (cara wudhu/sholat) dengan melihat gambar Nant nya akan ingin tahu apa yang dibaca jadi bisa tanyakan pada ustad guntur (guru tpa) atau pak guru di sana. Ada juga Bapak Hudarnirani selaku senator DPDRI asal bangka ini pun ikut hadir di acara PWNA sungguh asosiasi di jalan tanah dan naik sampan beliau pun berbaur langsung dengan warga mendengar dongeng bahkan mendongeng bersama anak anak pangkelan batu pesan beliau “suatu hari nanti saya yakin ada anak dari desa sini yang akan menjadi pemimpin negeri ini karena cerminan negri yang akan datang bergantung pada anak dimasa kini”

Sementara, dari desa diwakilkan oleh bapak ustad guntur yg selalu mengajar anak TPA dan PAUD beliau sangat berterimakasih dengan adanya perpustakaan mempermudah akses membaca dan anak anak pun bisa benar benar mudah mencari sumber belajar, “karena disini sangat susah sinyal dan listrik PLN Blm masuk sehingga nya perpustakaan ini adalah sumber dari segala sumber belajar terimakasih ayuk ayuk Nasyiatul ‘Aisyiyah telah memikirkan kami yang sangat jauh tempatnya dari kalian”

Di saat, adek adek fokus dengan dongeng kami pemuda pemudinya muhammadiyah langsung eksekusi paku, palu papan sesederhana mungkin membuat lemari untuk nantinya di susun buku buku. Dan Alhamdulillah ustad Guntur membolehkan rumahnya untuk dijadikan perpustakaan mini yang kami kasih nama siti walidah. Dengan bertepatan dihari anak nasional kami launching perpustakaan “SITI WALIDAH” dengan tema “MENDONGENG BERSAMA, MELEK BACA ANAK KAMPUNG WAJIB PINTAR”


Dengan segala rangkaian kegiatan yang dihhadiri oleh bapak kepala LPMP Provinsi BABEL bapak enang ahadi, Ayahanda PWM BABEL, bapak kepala kantor bahasa, AMM BABEL, KPA, yang semuanya berjumlah kurang lebih 40 orang dengan perjalanan mobil dari pusat kota selama 3 jam kemudian naik perahu sampan yang hanya muat 2 sampai 3 penumpang selama 30-40 menit dan kemudian jalan sejauh 850 meter menuju dusun itu kami sangat bahagia bisa wujudkan perpustakaan mini “SITI WALIDAH” dan kami pun membawa kue pesanan mereka serta es buah tentunya dengan banak bingkisan yang kami telah siapkan untuk mereka. Sungguh hari ini sangat berkesan bagiku, naik mobil berjam jam sudah biasa tetapi naik perahu kecil sensasinya luar biasa, makan kue itu bankan biasanya hanya untuk mengotori baju si dia yang merayakan ulang tahun tapi ini dimakan sama sama satu dusun dengan kesegaran es buah disiang hari sungguh mengajariku akan arti kebersamaan dan syukur yang sangat tinggi.

 

Atas terlaksananya awal program literasi PW Nasyiatul Aisyiyah Bangka Belitung ini kami semua menghaturkan terimakasih untuk LPMP Prov. BABEL, terimakasih untuk kepala kantor bahasa, KPA, TSPM, PM, IPM, IPM dan semua yang telah membatu kegiatan kita Pimpinan Wilayah Nasiatul ‘Aisyiyah Prov. Kep Bangka Belitong semoga apa yang telah diberi menjadi keberkahan dan amal jariah untuk kita semua.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *