Hilangnya Mas Kecil Kita?


Oleh:Roynaldy Saputro
( Manusia yang pernah kecil )

Setiap manusia dewasa yang terlahir di dunia ini pasti pernah mengalami masa kecil atau masa kanak-kanak. Masa kecil yang sebagian dirasakan orang dewasa cukup bahagia dan sebagian pernah mengalami masa sulit. Tapi bagaimanapun masa kecil yang orang dewasa alami, pasti semua sepakat masa kanak-kanak lah kenangan yang cukup indah. Saya bisa mengatakan demikian karena saya mengalami dan saya juga mengamati dari beberapa orang yang ada di media sosial maupun realita.

Foto yang saya kirim diatas adalah foto diwaktu saya masih kecil. Foto itu dikirim oleh sepupu saya pagi ini. Sepupu saya lebih tua dari saya sekitar 3 tahun. Kita ketemu dan ngobrol intens atau mendalam, ketika mengambil bantuan buku ke semarang. Bercerita banyak hal mulai dari masa kecil yang sering main bersama, main Playstation bersama hingga menjadi putra domas bersama. Saya kemudian mengira, ketika saudara saya mengirimkan foto tersebut mungkin beliau sedang mengingat masa kanak kanaknya yang cukup menyenangkan. Begitupula dengan saya yang secara tidak sadar mengalami pemikiran demikian. Memang masa kecil adalah masa dimana dosa belum diterapkan. Pikiran masih belum mengerti makna kehidupan atau cara bertahan hidup. Dan beberapa belum begitu paham tentang masalah religiusitas. Karena masih belum baligh. Kita masih senantiasa dilindungi oleh orang-orang dewasa yang menyayangi kita ataupun orang tua kita. Masa kecil pun tidak bisa kita ulangi. Kecuali ada pepatah yang menyebutkan bahwa masa tua itu seperti masa kecil. Padahal waktu tak bisa diajak kompromi untuk mundur. Tapi pikiran kita bisa kita ajak untuk mundur dengan mengenangnya.

Dalam kesempatan lain, ketika saya kebetulan membuka youtube, dan mengetik nama beberapa permainan tradisional. Ternyata banyak yang membagikannya ke netizen. Dengan caption rindu masa kecilnya, rindu kesenangan yang telah dinikmatinya. Yang sekarang ini mungkin tidak bisa dia lakukan. Zaman yang telah berubah, teknologi yang semakin maju membuat orang dewasa jarang bisa melakukan hal yang mirip kanak-kanak. Dan keperluan hidup orang dewasa dengan rutinitasnya. Belum tentu bisa menghadirkan dunia anak-anak. Ternyata memang sebagian orang rindu dengan masa kecilnya dan mencoba untuk menghadirkan masa kecilnya dalam bentuk visual.

Melihat realita tersebut saya mencoba menghubungkannya dengan salah satu film yang pernah saya tonton. Yaitu film 3 idiots. Film yang menampilkan 3 tokoh sangat lucu tersebut memang mempunyai pemikiran dan tingkah laku yang unik. 3 mahasiswa sebuah universitas India itu sering mempunyai cara kekanak-kanakan dalam menghadapi suatu masalah. Akhirnya salah satu tokoh dari 3 mahasiswa tersebut mendirikan lembaga pemerhati anak disebuah tempat yang sangat Indah di India. Dan mengajarkan permainan ke anak-anak serta menciptakan alat-alat permainan anak-anak. Sungguh tugas mulia. Saya mendengar kabar bahwa di dunia nyata aktor tersebut memang mempunyai perhatian khusus mengenai kehidupan anak-anak. Aktor tersebut mencoba menghadirkan dunia anak-anak ke kehidupannya. Sungguh pribadi yang bisa diteladani, teladan yang secara khusus menjaga anak-anak dari gemerlap dunia era digital.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *