Hari-hari Menjelang Free Cargo Literacy


Oleh: Nirwan A Arsuka
Pendiri Pustaka Bergerak Indonesia

Persis setahun yang lalu, sambil memegang buku Noken Pustaka karya Safei Ricardo Desima, saya menyapa kawan-kawan di Makassar, tapi dengan pikiran yang terpecah ke berbagai penjuru. Bagaimana persiapan rekan-rekan di berbagai daerah untuk mewujudkan gerakan Pengiriman Buku Gratis alias Free Cargo Literacy?

Beberapa hari sebelumnya, di ruang rapat kantor pos besar, Jakarta, saya dan para direksi Pos yang hadir, memang sudah sepakat untuk melaksanakan gerakan pengiriman gratis ini tiap tanggal 17. Meski secara teknis PT Pos sanggup melaksanakan pengiriman gratis ini, namun secara legal belum ada kejelasan. Yang ada hanya persetujuan lisan Presiden Jokowi di Istana pada 2 Mei sebelumnya, memenuhi permintaan relawan agar ada pengiriman gratis sekali sebulan. Kebetulan tak ada orang Pos yang hadir menyaksikan Presiden memberikan persetujuan. Para relawan yang diundang juga tak bisa menunjukkan bukti foto dan video, karena semua kamera dan handphone harus diserahkan di pintu masuk istana.

Karena itu, meski sudah disepakati bahwa pengiriman gratis itu dilaksanakan tiap tanggal 17, namun PT Pos mengusulkan agar pengiriman pertama dimulai 17 Juni depan, sebulan setelah kesepakatan, dengan harapan ada kejelasan legal dari istana, dan database dari para pegiat literasi yang berada di bawah naungan Kemdikbud juga siap. Karena berpendapat bahwa sejarah tak menunggu sampai kita siap, sampai ada dasar legal tertulis dan database beres, saya pun mengusulkan agar pengiriman gratis tetap dilakukan bulan Mei itu juga. Makin cepat makin bagus. Meskipun pengiriman gratis sdh tak bisa dilakukan pada 17 Mei, tapi masih mungkin dikerjakan pada 20 Mei yang juga adalah Hari Kebangkitan Nasional. PT Pos bersedia melaksanakan pengiriman gratis pertama pada 20 Mei 2017, dengan syarat: ada penyataan tertulis, setidaknya berita, baik cetak maupun online, bahwa Presiden Jokowi memang memerintahkan pengiriman gratis ini.

Peran Najwa Shihab sangat penting bukan hanya dalam mengingatkan Presiden Jokowi mengenai janjinya, dan setelah penegasan Presiden mendukung pengiriman gratis muncul di media, PT Pos pun dengan sigap menerima dan memproses paket yang seblumnya sudah disiapkan kawan-kawan untuk menguji kesiapan sistem pengiriman gratis ini. Di tengah situasi yang serba terbatas, Anand Yunanto dan Safei Ricardo Desima mencoba kirim buku dari Makassar ke beberapa simpul pustaka. Relawan di Bogor juga coba kirim paket ke Mandar. Seingat saya, Syaifuddin Gani Full di Kendari juga coba kirim paket. Najwa Shihab dan timnya juga melakukan hal yang serupa. Kepada kawan-kawan yang mewujudkan FCL dan coba kirim paket di tanggal 20 Mei tahun lalu itu, kita ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Total hanya 171 paket yang tercatat terkirm di tanggal 20 Mei 2017 itu, tapi itulah gerakan pengiriman pertama dari Free Cargo Literacy. Bulan Juni berikutnya, jumlah paket terkirim melonjak jadi 1088. Kini, setahun kemudian, jumlah paket sudah berkisar di angka 3000.

Sekarang, setelah pemerintah tegas mendukung PT Pos memfasilitasi Free Cargo Literacy, setelah akses atas buku sudah kian terbuka, sudah waktunya mengerjakan agenda berikut: membuat harga buku di seluruh Indonesia turun paling sedikit 50 persen.

Jika pengiriman paket bisa digratiskan sehari dalam sebulan, maka harga buku mestinya juga bisa serentak diturunkan 7 hari dalam sebulan misalnya.

Selamat menyambut Hari Kebangkitan Nasional 2018.

https://m.facebook.com/groups/287826228216481?view=permalink&id=618672361798531


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *