GLS Wujudkan Pelajar Berkarakter Berkemajuan


Tahun Pelajaran baru  2017/2018 sebentar lagi akan di mulai  setiap sekolah menyiapkan berbagai macam kegiatan dan program unggulan  untuk menyambut kedatangan peserta didik baru serta menerapkan kurikulum berbasis karakter. Brooks dan Goble menyatakan bahwa” pendidikan karakter yang secara sistematik diterapkan dalam pendidikan dasar dan menengah merupakan sebuah daya tawar berharga tinggi bagi seluruh komunitas. Para siswa memperoleh keuntungan dengan memperoleh perilaku dan kebiasaan positif yang mampu meningkatkan rasa percaya dalam diri mereka, membuat hidup mereka lebih bahagia dan lebih produktif.

Sementara istilah lain karakter memiliki pengertian karakter sebagai pribadi jiwa yang menyatakan dirinya dalam segala tindakan dan pernyataan, dalam hubungannya dengan bakat, pendidikan, pengalaman, dan alam sekitarnya. guru mempunya peran penting dalam mengarahkan serta membentuk kepribadian maupun sikap yang baik

Guru akan bahagia ketika para siswa memiliki disiplin yang lebih besar dalam kelas. Orang tua bergembira ketika anak-anak mereka belajar untuk menjadi lebih sopan, memiliki rasa hormat dan produktif. Para pengelola sekolah akan menyaksikan berbagai macam perbaikan dalam hal disiplin, kehadiran, pengamalan nilai-nilai moral bagi siswa maupun guru, Untuk melakukan yang baik, yang adil, dan yang bernilai, tentu pertama-tama perlu mengetahui dengan jernih apa itu kebikan, keadilan, dan nilai.

Pendidikan karakter berusaha memberi pemahaman secara komprehensif tentang hal-hal di atas kepada peserta didik serta meyakinkan mereka bahwa hal-hal tersebut dapat berimplikasi positif baik terhadap dirinya sendirinya maupun orang lain.

Pembiasaan senyum,salam, dan sapa ( 3S ) ini merupakan salah satu sentuhan untuk mewujudkan kebersamaan antar warga sekolah terutama siswa baru dan guru-guru yang akan memberikan teladan kepada siswanya. “Dengan kebiasaan itu akan terjalin kebersamaan atau kekeluargaan yang tumbuh erat di antara warga sekolah sehingga ada satu kekuatan untuk bekerja sama meraih yang terbaik di sekolah ini,

Gerakan Literasi Sekolah Melahirkan Pelajar Berkarakter

Seseorang yang memiliki budi pekerti mulia tentu akan menjadi sosok panutan bagi yang lain. Ia menjadi karakter yang diidamkan banyak orang karena setiap perbuatan yang dilakukan menginspirasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengembalikan semangat budi pekerti itu di sekolah . Melalui sejumlah kegiatan dan pembiasaaan baik, diharapkan para peserta didik memiliki karakter mulia.berupa Penguatan Pendikan Karakter

Dengan adanya program yang sangat bagus sekali yaitu Penguatan pendidikan karakter yaitu Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik.

Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran di kelas dan mampu mengelola manajemen kelas. Kepala Sekolah dapat mendesain budaya sekolah yang menjadi ciri khas dan keunggulan sekolah tersebut. Lalu, Sekolah mampu mendesain pelibatan publik guna meningkatkan peran orang tua dan masyarakat. Selain itu Pendidikan Penguatan Karakter akan menjadi lebih baik jika peran Guru dan orang tua mendukung untuk saling berkomunikasi yang baik tentang perkembangan pola karakter peserta didik.

Gerakan Literasi Sekolah  bagian dari Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) karena gerakan ini bisa menumbuh kembangkan pola pikir peserta didik khususnya dalam bidang budaya membaca dan menulis. Sebagai seorang guru tentunya harus berupaya mendorong dan memberikan semangat kepada peserta didik terus menghasilkan produk Kreatif berupa karya nyata . Contoh pembelajaran berbasis produk kreatif pelajaran Bahasa Indonesia dapat di Integrasikan dalam produk kreatif yaitu dalam aspek menulis siswa akan mampu menhasilkan karya sastra berupa puisi, cerpen, Novel dalam aspek komunikasi siswa akan menerpkan sikap yang ramah dan santun pada para guru dan teman sebaya. Mari kita mulai saling berbagi saling membesarkan untuk menciptakan generasi hebat penerus bangsa ini.

Sebagai pendidik berharap agar setiap sekolah membuat program yang baik untuk ikut menyukseskan Gerakan Literasi Sekolah dengan cara untuk memberikan kesempatan pada peserta didik dengan gerakan membaca buku minimal 15 menit sebelum pelajaran. Ajaklah peserta didik untuk mengunjungi Perpustakaan Sekolah atau ruang baca sekolah. Jika seorang guru bisa melahirkan siswa yang hebat dalam hal Literasi maka bangsa ini akan lahir generasi yang hebat. Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan dalam mendukung gerakan ini di sekolah dapat dimulai sejak sebelum memulai pembelajaran. Salah satu contohnya adalah membaca buku non-pelajaran sekitar 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Ketika pelajaran dimulai, diawali dengan berdoa yang dipimpin siswa di bawah bimbingan guru.

Kegiatan literasi merupakan kegiatan membaca dan menulis (literasi) salah satu aktivitas penting dalam kehidupan. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dengan baik akan memengaruhi keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan pendidikan. ketrampilan membaca menjadi keterampilan yang sangat penting untuk dikembangkan menjadi budaya, bahkan kebutuhan setiap orang,

Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari 2 kegiatan tersebut. Sebagai seorang guru harus bisa memotivasi dan menginspirasi para siswa untuk mengerakan sebuah karya. “Maka dari itu sebagai proses pembelajaran saya wajibkan pada siswa untuk membaca buku sebelum pembelajaran dimulai. Selain itu untuk meningkatkan kemampuan menulis para siswa berlomba –lomba untuk menulis cerpen , puisi dan naskah drama setelah itu  para siswa  mengapresiasikan dengan Membaca maupun dipublikasikan di media.berupa Blogspot maupun madding yang berada di sekolah,

Membina Pelajar berkarakter berkemajuan

Peran guru disekolah sangat diperlukan untuk membina pelajar dalam hal ini seorang guru harus bisa mencontohkan yang baik dan memberikan pelayanan kepada peserta didik. Guru yang berkaraker dan berahlakul karimah tentunya akan menjadi contoh yang baik bagi peserta didik . Tumbuhkanlah sikap budi pekerti pada peserta didik karena peserta didik merupakan tunas bangsa. Setiap pagi para guru memiliki kebiasaan menyambut siswa di gerbang sekolah. usahakan datang lebih awal bersama guru piket untuk menyambut para siswa. Anak-anak yang baru tiba langsung mencium tangan guru-gurunya sebelum masuk ke kelas. Kesempatan ini juga digunakan guru untuk menyapa anak-anak. Budayakan untuk menjadi yang terbaik ajari peserta didik untuk menerapkan dan mengamalkan rasa saling menghormati, saling memaafkan, saling berbagi.

Menurut  Haedar Nashir dalam www. suaramuhammadiyah.id  Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menguraikan Pelajar merupakan komunitas sosial yang sangat penting dalam kehidupan bangsa. Pelajar merupakan tunas bangsa. Dalam dunia aktivis pelajar dikenal adagium, “student now, leader tomorrow”,  pelajar hari ini adalah pemimpin di hari esok.

Pelajar sebagai komunitas pembelajar merupakan calon pemimpin masyarakat atau bangsa yang berbasis pada kekuatan ilmu dan intelektualitas. Sehingga lahir para pemimpin yang cerdas secara intelektual, spiritual, emosional, dan sosial. Karenanya pendidikan formal dan bentuk pendidikan apapun untuk pelajar semestinya bersifat holistik atau menyeluruh. Pelajar tidak cukup hanya dikembangkan potensi inetelektual dan keahliannya secara parsial. Pelajar juga harus dikembangkan potensi iman dan taqwanya, yang membentuk kepribadian dan cara bertindak yang berwatak akhlak al-karimah.

Cerdas pikir dan cerdas psikomotor harus disertai dengan cerdas emosi dan cerdas spiritual disertai cerdas sosial, sehingga tumbuh kembang sosok-sosok manusia Indonesia yang utuh. Dalam dunia pendidikan, kiprah Muhammadiyah ialah memelopori lahirnya sistem pendidikan modern untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Muhammadiyah sejak awal berdirinya antara lain melakukan gerakan “reformulasi ajaran dan pendidikan Islam”.

Gagasan pendidikan yang dirintis Kyai Dahlan dimulai ketika pendiri Muhammadiyah itu merintis  Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah, yang didirikannya pada 1 Desember 1911 (Darban, 2000: 13).

Menurut Prof Imam Robandi Guru Besar ITS dan Pengamat budaya dan Pendidikan Muhammadiyah “ Siswa Yang Hebat lahir dari Guru Yang Hebat” Hendra Apriyadi ini guru yang Energik dan Karyanya diberbagi macam media lokal sampai Nasional Jika memiliki guru model guru yang satu ini sekolah akan lebih maju dan berkembang pesat

Kepala Sekolah dan Guru harus berani datang pertama paling pagi dan paling akhir .Guru tidak boleh putus asa dalam menanamkan nilai-nilai agama sehingga akan terbentuk karakter yang mulia . Para siswa yang ingin sukses harus mau berusaha rajin membaca dan menulis serta terus belajar , Karena tidak ada kesuksesan kecuali setelah kesulitan dan kelelahan yang harus dilalui Kalau ingin sukses harus senang cape (Imam Robandi, 2014 :24)

Hendra  Apriyadi  adalah Guru SMK Muhammadiyah Lebaksiu kabupaten Tegal  dan Mahasiswa MPB Indonesia  Pascasarjana UMS 2017.dan Ketua Majelis Pustaka Informasi PDM Kab Tegal.