Efek Rumah Baca, Berawal dari Sebuah Gerakan

Oleh : Agung Hidayat Mansur
Pegiat di Rumah Baca Mentari

Rumah Baca atau Perpustakaan umum kini semakin di minati oleh masyarakat utamanya masyarakat yang peduli dengan pendidikan dan ilmu mengetahuan. serta sebagai reaksi positif dari hasil survey bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. sehingga terjadi tak jarang salah satu latar belajang berdirinya rumah baca atau komunitas literasi adalah dari hasil survey tersebut dimana Indonesia menempati peridakat ke 61 dari 62 Negara di dunia dengan indek masyarakat yang membaca hanya 00.1 persen.

Sehingga dasar itulah sebuah Rumah Baca atau perpustakaan publik di bentuk dan digiatkan dengan gerakan gerakan literasi. di Indonesia sendiri terdapat dua model gerakan literasi, yang pertama menggunakan model informal seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan yang kedua model komunitas atau kolektif.

Rumah Baca bukanlah hanya sebuah rumah baca  biasa. Namun, Rumah Baca memiliki dayaguna serta kelebihan lain selain sebagai tempat untuk membaca atau meminjam buku. tetapi juga untuk dapat mendapatkan atau menghasilkan manfaat  lainnya, penting untuk kita memiliki program atau gerakan literasi dalam hal ini kegiatan – kegiatan yang dapat meningkatkan minat membaca masyarkat.

Namun, ada pula rumah baca yang lahir bermula dari gerakan literasi hingga menjadi sebuah komunitas literasi atau rumah baca, singkatnya berdirinya sebuah rumah baca dapat terjadi dari berbagai kondisi yang berbeda beda. Namun, tujuannya tetap sama.

Tentunya keberadaan rumah baca memiliki efek terutama bagi pendiri atau pemilik yang dapat tiba-tiba menjadi sangat suka  membaca. Selain itu tentunya masyarakat disekitar rumah baca menjadi dimudahkan atau menjadi tertarik untuk membaca,  Namun, sayangnya kehadiran perpustakaan  tak semua orang yang tertarik untuk datang membaca atau meminjam buku.

Tetapi hal itu tidak luput membuat komunitas literasi kita menjadi patah semangat dalam melakukan praktik literasi dimasyarakat, sehingga pentingnya memiliki daya tahan bagi pegiat dan juga relawan dalam merawat gerakan literasi. serta dalam mengasuh rumah baca penting untuk kita memiliki spirit dan juga rasa kebahagia dan bersyukur karena telah memberikan sumbangsi terhadap dunia pendidikan. Maka dari itu rumah baca  juga berfungsi sebagai tempat eksperimen sosial di masyarakat lewat gerakan literasi, karna lewat gerakan literasi kita dapat sedikit mengetahui kepedulian masyarakat. dan juga membangkitkan kreativitas kita dan kepedulian kita sendiri kepada orang lain.

Artinya pegiat dan relawan literasi selain di ajak dan mengajak membaca secara tekstual kita juga di ajak untuk membaca secara non tekstual atau membaca fenomena lingkungan lewat gerakan ini dan dapat mengambil pelajaran serta jalan keluar dengan permasalahan yang terjadi baik untuk dirinya maupun orang lain.

Dan yang terakhir efek rumah baca juga sebagai tempat lahirnya para penulis. banyak penulis penulis yang lahir dari gerakan literasi. yang tentunya memiliki semangat tinggi untuk menulis baik itu menuliskan karya dalam bentuk tekstual maupun non tekstual.

Categories Artikel

Leave a Comment