Dinasaurus dan Literasi


Oleh: Rohmatunnazilah)*

Menyambut lomba sekolah sehat, sebagai ketua tim, saya berkeliling saat para murid bekerja bakti membersihkan dan memperbaiki hiasan kelas mereka. Ada banyak variasi masing-masing kelas, para siswa dan para wali kelas. Ada yang menunggui sampai selesai, ada yang anak-anak berkreasi sendiri, ada juga kelas yang tidak paham harus bagaimana.

Saya jadi teringat beberapa tahun lalu, saat masih menjadi guru muda yang ditugasi menjadi wali kelas. Selain guru harus baik dan benar (meminjam kuote tulisan Ustadz Daryono, hasil kajian reguler di sekolahnya) bahwa guru tidak hanya baik, tetapi harus benar.

Saya menambahkan bahwa Guru perlu bervisi dan kaya literasi. Berapa banyak guru yang punya visi kekaryaan bidang literasi? ini tentu pertanyaan aneh, masak dunia pendidikan bisa tuna literasi? yes, kenyataannya begitu.

Saya itu, di sekolah tempat saya bertugas, tiga hari pertama tahun ajaran baru adalah hari menyelesaikan perangkat kelas. Para murid akan mendesain perangkat kelas, ada struktur kelas, jadwal pelajaran jadwal kebersihan dan lainnya. Saya menyampaikan ke mereka bahwa kelas ini akan kita huni buat belajar selama satu tahun. Mari kita pikirkan bagaimana perangkat itu dituangkan di kelas supaya kelas menjadi kamar kedua mereka setelah kamar pribadinya.

Lalu saya mengajak mereka membayangkan, apa yang sangat mereka sukai dalam arti semua anak suka dengan itu. Saya mengajak diskusi pada isu populer saat itu. Saya ingat saat itu sedang populer film Jurassic Park. Dinosaurus. Lalu mereka bersepakat membuat desain perangkat kelas ke dalam konsep hewan purba itu dan saya lalu mengajak mereka ke perpustakaan mencari ensiklopedia hewan purba itu.
Akhirnya mereka belajar tentang Dinosaurus dengan berbagai macam kategori, ada sudut pandang taksonomi, morfologi dan ekologi.

Mereka akhirnya mengenal dinosaurus berdasarkan jenis makanan yang mereka konsumsi sehingga ada herbivora dan karnivora. Ada dino yang bisa terbang maupun yang melata. Jadilah mereka terkagum-kagum karena ternyata belajar Dino mengasyikkan juga. Akhirnya mereka memilih aneka ragam Dino untuk diambil berdasarkan berbagai kategori. Jadilah kelas penuh dengan gambar Dino dan bersepakat memilih gambar yang disesuai.
Mereka kenal Tyronosaurus, Brontosaurus. Anklylosaurus dan lainnya. Mereka tidak hanya membuat perangkat kelas karena mereka menyematkan beberapa frasa menjelaskan jenis Dino pada papan struktur kelas. Mereka mengkreasikan skema pengenalan ilmu pengetahuan tentang Dino.

Pelajarannya, mereka tidak sekedar membuat hiasan. Tetapi belajar mendesain berdasarkan konsep yang ilmiah. Bahwa membuat sesuatu harus berbasis literatur yang benar, tepat dan valid. Skema atau alur berpikir harus sesuai urutannya.

Saya bangga pada anak-anak kelas itu. Kebetulan adalah kelas unggul karena nilai mereka di atas rata2. Dan saat ini mereka adalah para profesional di bidangnya.

)* Guru SMA Muha_Jogja


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *