Dialog Sunyi: Resensi


Oleh: Mia Sarmiasih

Judul : Dialog Sunyi
Penulis : Dare Darwisy
Penerbit: Nortbeach Publishing dan MPI PDM Kabupaten Tegal
Halaman : 200 halaman

Novel Dialog Sunyi ini merupakan sebuah karya yang sangat tepat diciptakan untuk membantu remaja khususnya yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren (boarding school). Buku ini menjelasakan tentang bakti seorang anak yang tunduk dan hormat atas permintaan orangtuanya untuk menjadi seorang santri. Buku ini memberikan nilai edukasi secara sederhana namun bisa memberikan penyadaran akan sebuah penerimaan anak atas keputusan orang tuanya yang sangat memaksa. Dalam buku ini juga memiliki kemampuan untuk memberi kesadaran pembaca menjadi santri dalam lingkungan yang sering disebut seperti penjara (penjara suci) telah mengubah takdir hidup seseorang atas sempitnya pemahaman agama yang terlihat menyeramkan. Menjadi poin penting pengalaman penulis inilah yang mampu memberikan keyakinan dan dorongan untuk seseorang mampu merubah pola fikir (mindset) karena menjadi santri adalah proses menyempurnakan ilmu agama untuk bisa dibagikan kepada seluruh umat sehingga manusia seseorang bisa benar-benar menjadi manusia bermanfaat yang pahalanya akan mengalir sepanjang ilmu tersebut terus diamalkan kepada banyak orang.

Selain itu pengahayatan dan pengalaman penulis yang dituangkan mengalami banyak dinamika kehidupan dijadikan sebuah ujian kehidupan untuk melatih ketaatan, kesabaran, dan menguatkan arti persahabatan serta persaudaraan benar-benar mampu membius pembaca hanyut dalam pesan moral yang sarat akan makna. Di dalam buku ini juga banyak kutipan kata bijak yang memberikan motivasi misalnya belajar al-Quran sama seperti menghirup udara, dan mengambil air memakai gayung. Kekuatan nasihat sederhana ini mengajak pembaca untuk berfikir mudah dan merefleksikan diri sesungguhnya menjadi seorang santri adalah sebuah jalan menuju surga juga merupakan sebuah pilihan atas sebuah masa depan yang benar. Pada dasarnya ilmu akhirat dan dunia itu satu berbanding nol. Artinya dengan ilmu agama seseorang bisa menguasai dan memahami segala sesuatu yang sudah ada dalam kandungan Al-Qur’an, sementara ilmu dunia seseorang hanya mengetahui secara general tanpa dasar yang dapat dijadikan sebuah dasar kehidupan.

Kekurangan pada buku ini yaitu terkait pada diksi yaitu masih banyak kalimat sederhana yang ditulis dengan gaya sederhana seharusnya bisa dimainkan dan diekspresikan dengan diksi yang lebih bermajas. Harapannya dengan diksi akan membuat pembaca merasa mampu merespon ekspresi yang dituangkan penulis dalam membagikan pengalaman yang kelam dalam tempat yang memang sebelumnya bukan menjadi pilihan awal. Alur cerita pada saat berada di wonosobo tidak tergambar secara jelas dan membaca pembaca multi tafsir dalam menganalisis kejadian yang ada.

Terkait penokohan belum tergambar jelas diawal cerita. Seharusnya penulis sudah memberikan pengantar diawal cerita adanya beberapa tokoh yang terlibat dalam cerita. Gaya bahasa yang masih sangat sederhana belum bisa memberikan banyak kata mutiara yang bisa di kutip dalam novel tersebut. Klimaks cerita seharusnya mampu lebih dieksplorkan lagi dengan beberapa adegan dan alur yang lebih mengugah pembaca untuk tidak sabar membuka lembar berikutnya.

Ada banyak kelebihan Buku ini adalah sebuah mahakarya pengalaman santri yang bisa dituangkan dalam sebuah novel dengan gaya bahasa yang sangat sederhana dan mudah dipahami oleh remaja. Kalimat motivasi keagamaan mampu memberikan dorongan seseorang untuk bisa istiqomah atas sebuah pilihan hidupnya. Alur cerita yang digambarkan sangat beruntun dan terjadi klimaks dengan memberikan banyak hikmah dan pesan moral. Karakter Penokohan dalam alur cerita ini dapat mudah dikenali karena ditunjang dengan kegiatan keseharian yang berada dalam lingkup pesantren. Mengabadikan sebuah pengalaman-pengalaman untuk bisa didokumentasikan dan menjadi sebuah karya seperti ini merupakan sebuah cara lingkungan pesantren untuk mendorong kegiatan literasi khususnnya dalam memproduksi karya sehari-hari.

Novel ini mengajarkan nilai-nilai edukasi moral seperti hormat kepada orang tua, guru dan kuat memelihara arti sebuah persahabat demi mencapai tujuan bersama. Mengajak semua orang untuk membaca Al-Quran dan percaya dengan kejutan (surprise) dimana janji Allah itu memang nyata adanya walau terkadang yang tidak terlihat itu tidak salamanya tidak ada.

Seharusnya penulis lebih banyak mencari ide-ide inspiratif yang bisa lebih dituangkan dalam berbagai alur suasana(sedih, senang, lucu) sehingga alur cerita tidak datar. Perlu diperbanyak tokoh dan disertai dengan gambaran karakter tokoh sehingga pembaca akan dapat mudah memahami tokoh yang ada.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *