Dengan Puisi aku berdoa


David Efendi)*

 

Aku lihat

Terang di balik remang kuning cahaya kota jogja
Aku lihat….

Anak anak muda memenuhi taman nol peradaban kota pendidikan
Aku lihat mereka gembira suka cita. Penuh warna gairah

Aku lihat juga di barisan shof lainnya:

Lima motor kendaraan
Dipenuhi buku buku dalam kardus. Melintasi sawah, sub urban, beberapa lampu merah hingga tiba di titik Nol. Di pos yang dapat mengantarkan pengetahuan sampai jauh.

Aku lihat juga
Beberapa orang mahasiswa mengirimkan buku buku untuk temannya nan jauh di sebrang pulau

Aku lihat relawan
Aku lihat bu dosen
Aku lihat pak dosen

Mengirimkan paket buku buku untuk yang butuh

Aku lihat
Temaram lampu kuning kian benerang. Muda muda makin menyala aura di balur angin semriwing kota tua

Kami juga Seperti mereka yang duduk bersila di taman kota. Kami setia merawat obrolan menunggu jutaan altar pengetahuan disemai di pelosok negeri, di buritan zaman

Kami masih di sini
Di kantor pos pengetahuan
Bergeraklah ilmu
Teranglah batin
Nyalalah pikiran

Merdekalah kemanusiaan.

Nol km, 17 Sept 2018

 

Orang orang yang mendoa


Orang orang buku
Adalah orang yang mendoa penuh seluruh

Semesta jiwa raganya
Melafadzkan mimpi, harapan, cita

Sedikit mengadu kecemasan dan keterhempasan

Orang orang buku
Manusia dengan semesta ilmu
Adalah orang orang yang dikarunia harapan

Kelak dengan mimpi mimpi
Ia tambatkan selalu yang lemah dengan yang maha kuat
Yang di remah remah kehidupan dengan yang memuliakan perjalanan

Orang orang mendoa,
Lewat cahaya
Lewat gulita
Lewat panas
Lewat hujan
Lewat awan
Lewat jari jari

Lewat apa saja,yang memancarkan elektrik keterpasrahan untuk membangun pilar kekuatan

Orang mendoa
Tak pernah dilupa

Doa doa panjang
Doa doa pendek
Doa lewat suara
Doa lewat suara virtual
Terus saja dipancarkan orang orang semesta pengetahuan

Agar hutan tak dihancurleburkan
Agar langit tak diruntuhpaksakan
Agar samudra dalam tanah tak dikeringkan dan dijarah
Agar matahari tak gerhana sepanjang hari
Agar bumi tetap memanusiakan manusia
Agar manusia terus meng-ibu-kan bumi
Agar bumi dan manusia saling berbagi manfaat

Orang orang mendoa
Orang pembaca buku juga sama
Membaca menanamlah walau lusa akan qiamat

Tahukah kamu?, tak ada hak surga bagi orang orang yang tak pernah menanam!

Merawat doa
Merawat harapan
Agar mimpi
Juga busur harapan

Terus mencari takdirnya sendiri
Tanpa murka keserakahan

Aku mendoa
Lewat angin
Lewat air
Lewat cendela
Lewat atap atap rumah
Lewat sebatang jerami
Lewat seuntai kata kata
Lewat puisi
Lewat sajak
Lewat kamu

Bismillah…

Kanoman, 18 Sept 2018

 

)*Penyair kelas gurem


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *