Datang ke Sekolah dan Sebuah Catatan Literasi

 

Oleh : Agung Hidayat Mansur

Tulisan ini adalah tulisan pengalama saya ketika berkunjung ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Majene yang berletak Tande, Majene, Sulawesi Barat.

Sejujurnya, Sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengajar, memberi dan menerima pelajaran. maka datang ke Sekolah bisa di katakan datang untuk belajar bagi seorang pelajar sedangkan bagi guru datang untuk mengajar.

Namun, Posisi saya datang ke SMP N 5 Majene ini bukan sebagai siswa maupun sebagai guru, posisi saya hanya sebatas tamu yang datang bersilaturrahmi kepada Masyarakat yang ada di SMP N 5 Majene, selain bersilaturrahmi saya bersama Dani datang untuk mendampingi teman – teman pengurus ranting IPM SMP N 5 Majene, iya di Sekolah ini terdapat Pimpinan Ranting IPM meskipun sekolah ini negeri bukan swasta ataupun milik Muhammadiyah Namun sekolah ini memiliki dua Organisasi Otonom Muhammadiyah seperti IPM dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Hal yang tak biasa sebenarnya bagi saya, karena di Polewali Mandar sendiri tak ada Ranting IPM yang tumbuh di Sekolah Negeri, walaupun ada itu hanya kader IPM yang jadi pengurus IPM di tingkat cabang dan daerah yang bersekolah di Sekolah Negeri.

iya, sebenarnya di beberapa daerah di Indonesia telah adapula Pimpinan Ranting IPM di Sekolah Negeri, dan di SMP N 5 Majene sendiri telah dua kali melaksanakan PKD TM 1 Pertama pada tahun 2017 dan di tahun 2018. awal terjadinya pengkaderan di SMP N 5 ini bermula adanya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar yang bertugas di Majene dan salah satu program mereka adalah membina para siswa dan melaksanakan TM 1 setelah melaksanakan TM 1 dilaksanakan pula pembentukan Pimpinan Ranting IPM, Namun keberadaan Mahasiswa Unismu Makassar tidak bertahan lama di Majene karna harus melanjutkan kulaih mereka lagi di Makassar sehingga membuat komunikasi menjadi sulit dan aktivitas IPM di Majene kurang maksimal dan di tahun 2018 di adakan lagi pengkaderan kedua di laksanakan di Majene bertempat di LKSA Tu nda di ikuti para pelajar dari SMP 5, Santri LKSA dan Remaja Masjid Muhammadiyah Majene pengkaderan ini dapat terlaksama kembali berkat Mahasiswa Unismuh Makassar yang bertugas di Majene.

seusai pengkaderan kedua dilaksanakan para pengurus juga di kukuhkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene, dan pembinaan Ranting SMP N 5 dan di LKSA Majene di serahkan kepada Pimpinan IPM Polewali Mandar.

*
sekitar seminggu yang lalu Dani bertanya kepada saya kapan ada waktu dan kesempatan bisa hadir di Follow Up IPM Majene, kata Dani Teman –  teman yang di majene ingin bertemu lagi dengan saya, akhirnya saya “bilang ok kapan kita bisa kesana saya usahan dan jadwalkan secepatnya bisa datang ke Majene”, akhirnya di sepakati lah hari Rabu ini tanggal 7 November kita bersama sama untuk pergi ke Sekolah di Majene.
Melangkahkan kaki ke SMP N 5 saya bersama Dani dalam perjalanan bercerita tentang kondisi PR IPM di sana kata Dani SMP N 5 adalah sekolah yang bagus dan menjadi sekolah Adiwiyata kata Dani sambil mengemudikan motornya. perjalanan kami tempuh kurang lebih 1 jam lebih dari Wonomulyo.

Setiba di Sana saya tidak lansung bertemu dengan para kader maupun pengurus IPM namun kepala sekolah yang bernaman Bapak Nursalam ia mengatakan bahwa ia cinta dengam Muhammadiyah sehingga berani mengambil kebijakan untuk membemtuk Ranting IPM di Sekolahnya apa lagi di Tande sendiri hampir semua Masyarakatnya adalah Muhammadiyah sehingga tak sulit untuk membentuk Ranting di Tande, Bapak Nursalam mengaku kepada kami bahwa beliau adalah Kader IMM sejak berkuliah di Unismu dan juga Kader Tapak Suci sehingga menjadi tugas dan tanggung jawabnya untuk mengembangkan organisasi Muhammadiyah di sekolah.

saat waktu sholat Dzuhur tiba kami melaksanakan sholat berjamaah di Mushollah sekolah ada beberapa kader IPM yang melihat saya dari kejahuan dan memcoba memperjelas apakah itu benar saya yang ada di hadapannya ada pula yang manggil nama saya dari jarak sekitar sepuluh meter, di tempat whudu saya bersalaman dengan beberapa kader IPM maklum sebelumnya kami sudah bertemu di Pengkaderan lalu di LKSA Majene sehingga tidak janggung lagi dan sudah saling mengenal satu sama lain, sholat di pimpina oleh lansung kepala sekolah dan sesudah sholat kepala sekolah menginformasikan kepada siswa mereka untuk mengadakan pertemuan bersama kami sepulang sekolah nantinya dan di iyakan oleh para siswa disana.

seusai sholat saya bersama Dani di panggil kedalam kantor untuk menikmati makan siang berupa bubur jangung atau bahasa gaulnya baro’bo, sesudah makan kami berdua jalan jalan mengelilingi sekolah sambil melihat keadaan sekolah dan juga menunggu teman- teman pengurus IPM pulang sekolah, di depan kantor sekolah terdapat taman literasi sekolah yang di tumbuhi beberapa tanaman dan juga terdapat Ronda yang di isi oleh buku bacaan yang menarik untuk dibaca, sebelumnya kepala sekolah mengatakan kalau di sekolah ini para siswa di budayakan budaya literasi dimana di setiap hari jum’at dilaksanakan literasi Qur’ani atau baca Al-Qur’an dan di jum’at selanjutnya literasi bacaan umum, begitu seterusnya.

yang menjadi pembeda dari sekolah lain adalah gerakan literasi sekolah yang di adakan oleh SMP N 5 ini bukan hanya sebagai seremonial belaka seperti yang dilaksanakan oleh sekolah lain, Namun telah menjadi aktivitas keseharian ditandai dengan adanya buku buku yang di hidangkan kepada siswa di Ronda yang ada di taman literasi.

akhirnya saya mengabadikan momen dengan Ronda baca itu yang di beri nama Rumah Baca Komunutas SMP N 5 Majene, saya sempat bertanya dengan penanggung jawab perpustakaan sekolah mengenai alasan penggunaan nama Rumah Baca Komunitas, beliau menjawab bahwa alasannya karena di sekolah ada baca Kelompok atau unit kegiatan siswa mulai dari Osis, IPM, Tapak Suci, Pramuka, Pencinta Alam, sehingga Ruma baca ini dinamakan Rumah Baca Komunitas agar mencerminkan bahwa Rumah baca ini milik semua komunitas yang ada di Sekolah.

Bersama Dani kami juga masuk kedalam Perpustakaan sekolah Saya meliahat ada Majalah Suara Muhammadiyah yang menjadi koleksi dan bacaan di perpustakaan, kepala sekolah bilang “kalau di sekolah kami berlangganan majalah muhammadiyah dan kebetulan guru guru disini suka baca majalah itu didalamnya lengkap ada materi ceramah jadi kalau yang suka ceramah bisa dijadikan referansi atau bahan” kata Kepala sekolah Nursalam.

Waktu menunjukan pukul 13. 45 wita sebagian para siswa ada yang sudah pulang namun ada juga berkumpul di taman literasi, ternyata mereka adalah para Anggota IPM.

pertemuan pun kami laksanakan di Ronda Rumah Baca Komunitas,  pertemuan membahas tentang kondisi IPM di SMP yang dimana sebagian para pengurus ranting telah ada yang lulus dari sekolah sehingga perlu di perbaharui kembali struktur Pimpinan Ranting Sekolah dan hal itu disepakati oleh semua yang hadir, hingga kami bersama sama memilih kembali nama-nama pengurus yang telah lulus di ganti dengan yang masih bersekolah agar aktifitas Ranting kedepan bisa berjalan dengan Normal.

akhirnya susunan pengurus ranting selesai kami buat dan semua menyepakati hasil yang ada,  dan sebelum pertemuan ditutup kami merencanakan untuk kembali mengadakan pertemuan dan sedikit membahas tentang Muktamar IPM 21 yang akan di laksanakan di Sidoarjo, Pengurus di SMP N 5 ada yang penasaran dan ingin ikut berangkat Muktamar IPM, dan menurut pengakuan mereka Kepala sekolah mengisinkan kalau ada yang mau pergi Muktamar IPM.

hingga di akhir pertemuan agar di usahan ada yang dari IPM Majene yang bis ikut Muktamar ke 21 IPM di Sidorajo Jawa Timur yang akan di helak Bulan November tanggal 16 – 21 tahun 2018.

Categories Esai

Leave a Comment