3 menit waktu baca

Covid-19 sebagai Sahabat Lingkungan

Oleh : M Dwi Apriandi

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan manusia. Kasus coronavirus merupakan salah satu bentuk bencana kesehatan dunia yakni yang bernama covid-19. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Dalam kasus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019 (World Earth Organization). Dalam kasus ini banyak hal yang dipengaruhi munculnya covid-19 ini mulai dari dunia pendidikan, dunia kesehatan, dunia perdagangan bahkan yang sedang diperbincangkan oleh masyarakat pencinta alam. Dalam kasus yang terjadi di dunia tingkat pencemaran udara global sangat menghawatirkan. Pada tanggal 5 juni 2019 bertepatan pada peringatan HLH ( Hari Lingkungan Hidup ) sedunia mengambil tema “Polusi Udara” dengan tuan rumah penyelenggraan adalah Tiongkok. PBB mencatat ada 6 penyebab utama polusi udara global yang mengakibatkan pemanasan global dan akhirnya menjadikan krisis iklim yaitu aktivitas rumah tangga, industri, transportasi, pertanian, limbah dan penyebab lainnya (Fajar, 2016).

Pandemi virus corona yang menyebabkan Covid-19 semakin memberi pukulan keras terhadap ekonomi global. Namun, ada dampak lain yang sangat positif bagi lingkungan terhadap polusi udara secara global. Oleh sebab itu hubungan antara Covid-19 dan linkungan memiliki sifat menguntungkan, tidak lain dan tidak bukan karena sejak munculnya Covid-19 ini lingkungan hidup seperti tingkat polusi udara dan gas yang memanas di beberapa kota dan wilayah menunjukkan penurunan yang signifikan karena dampak virus Covid-19 (Verdiana, 2020).

Saat China menyatakan lockdown karena penyebaran virus corona yang semakin liar, citra satelit menunjukkan tingkat polusi yang menurun drastis di langit Negeri Tirai Bambu itu. Para astronom menunjukkan penurunan emisi nitrogen dioksida di langit Eropa. Menggunakan instrumen Tropomi pada satelit Copernicus Sentinel-5P, astronom mengambil gambar permukaan Bumi yang diambil dari 1 Januari hingga 11 Maret 2020. Gambar tersebut menunjukkan penurunan nitrogen dioksida, yakni emisi gas buang dari kendaraan bermotor dan asap industri, yang turun secara drastis. “Penurunan emisi nitrogen dioksida di atas Lembah Po di Italia utara sangat nyata,” jelas Claus Zehner, manajer misi Badan Antariksa Eropa ( ESA) Copernicus Sentinel-5P (Kompas, 2020). Sejak itulah kenapa kemunculan virus covid-19 ini sangat berdampak besar bagi kesehtan lingkungan dunia, bagi para pencinta alam yang ada di dunia khusunya di Indonesia memahami kasus ini dimana hal ini sangat berpengaruh bagi lingkungan alam yang ada di Indonesia. Covid-19 mengajarkan kita sebagai manusia yang dimana manusia secara alamiah memiliki sifat merusak, mengabaikan, memelihara, dan memperbaiki. Sifat merusak dan mengabaikan inilah lebih cenderung terjadi pada prilaku manusia. Dengan kedatangan virus ini mengajarkan manusia untuk lebih memelihara dan memperbaiki lingkungan baik di sekitar maupun di alam semesta, karena dalam pandangan agama saja kita diajarkan untuk saling mencintai baik makhluk hidup maupun makhluk ‘mati’.

Baca juga:  Eco-Pancasila dan Bagaimana Tafsirnya

Pada pandangan agama termasuk khusunya agama islam tidak terlepas dari proses penciptaan Allah yang tidak secara kebetulan. Kejadian alam semesta yang sistematik mengarahkan manusia agar mampu menghayati wujud, keesaan dan kebesaran Allah. Oleh sebab itu tidak ada makhluk hidup yang diciptakan yang tidak memiliki manfaatnya termasuk covid-19 ini yang memiliki manfaat bagi lingkungan.

Dan juga dalam virus ini Allah tidak menurunkan penyakit yang tidak ada obatnya termasuk virus covid-19 ini “Anatomi tubuh manusia itu terdiri dari tiga bagian sebagaimana dikabarkan Al-Qur’an. Ada fisik (jasad), akal, dan ruh. Mungkin yang dipelajari di ilmu biologi dan kedokteran hanya fokus pada fisik saja. Yang dipelajari dalam ilmu pengetahuan adalah anatomi akal. Sedangkan ruh tidak dipelajari dalam pelajaran formal ataupun ilmu kedokteran. Ini terkait dengan nilai-nilai spiritual,” kata Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah di Akhyar TV “Quantum Akhyar” yang diunggah akun YouTube ‘Gelora Islam’ 7 Maret 2020 (Berita di Haluan, 2020).

Untuk itulah kenapa virus covid-19 ini adalah teman bagi lingkungan dimana dalam hal ini lingkungan sangat berterima kasih kedatangan temannya untuk menyadarkan manusia bahwa lingkungan butuh perhatian terhadapnya. Bukan perhatian dalam sisi merusak melainkan perhatian dalam sisi menjaga dan memperbaiki lingkungan alam sekitar sehingga alam bisa melanjutkan tugasnya dengan semestinya untuk memberikan kesehatan termasuk udara segar yang dibutuhkan oleh manusia.

Bacaan direkomendasikan: https://dailyillini.com/covid-10/2020/04/23/editorial-covid-crisis-exhibits-important-environmental-lessons/

Komentar Facebook Sobat Taman Pustaka
Kuy, berbagi...