Buku dan Inklusi Sosial


David Efendi)*

Tidak sering saya membuka dan membaca website senayan (DPR). Hari ini saya membaca beberapa detik. Dalam berita kegiatan itu disebutkan bahwa Sekretaris Utama Perpusnas RI Sri Sumekar menyampaikan rencana kerja Perpusnas yang mendapat alokasi anggaran pada   RAPBN 2019 sebesar Rp 730 miliar. Salah satu program prioritasnya adalah fokus dalam pengembangan transformasi perpustakaan berbasis inklusi serta program gemar membaca. Salah sat satu target inklusi sosial adalah pembangunan kesejahteraan.

Seberapa powerful buku membuat orang sejahtera? seberapa serius pegiat pustaka mengupayakan kesejahteraan untuk dirinya dan sekitarnya? dua pertanyaan yang sangat penting menjadi perhatian bagi semua pemerhati dan praktisi gerakan literasi baik didalam madzab pemerintah atau di luarnya.

Ada jumlah perpustakaan di Indonesia saat ini 164.610 perpustakaan. Jumlah Perpustakaan Indonesia Terbanyak Kedua Dunia. Berdasarkan data dari  OCLC(Online Computer Library Center)Lembaga jejaring Perpustakaan yang berbasis di Amerika Serikat tahun 2018, menempatkan Indonesia menempati peringkat ke-2 dunia jumlah perpustakaan tertinggi. India menempati posisi pertama dengan jumlah 323,605 perpustakaan. Peringkat ke-3 Rusia 113,440 perpustakaan dan ke-4 China 105,831 perpustakaan. 

Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia Tinggi. Berdasarkan hasil survey dari NOP World CultureScore  Index  2018,sebagaimana dilansir pada laman IFLA, menunjukkan bahwa kegemaran membaca masyarakat Indonesia meningkat signifikan. Indonesia menempati urutan ke-17 dari 30 negara. Dalam hal membaca rata-rata orang Indonesia menghabisakan waktu membaca sebanyak 6 jam per minggu, mengalahkan Argentina, Turki, Spanyol, Kanada, Jerman, Amerika Serikat, Italia, Mexico, Inggris, Brazil, Taiwan dan Jepang yang rata-rata frekuensi membacanya 3 jam per minggu.

Perpustakaan Nasional juga terus mendorong pengembangan berbagai jenis perpustakaan di Indonesia melalui berbagai jenis pendidikan dan pelatihan tenaga perpustakaan, bantuan koleksi, TIK, mobil dan motor pustaka keliling, sarana dan prasarana perpustakaan, perlombaan perpustakaan dan pustakawan berprestasi, penghargaan tokoh penggerak kemajuan perpustakaan dan literasi serta berbagai kegiatan lainnya. 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *