Book On The Street IPM Gresik


Book On The Street (BOTS),terjemahan bahasa Indonesia yaitu buku dijalan.Komunitas ini lahir pada 2 Agustus 2015, dicetuskan langsung oleh Muhammad Manu, Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Gresik tahun 2015-2017. Pusat BOTS waktu itu berada di Oemah Boekoe yang berada di Gresik Kota Baru (GKB), kalau berbicara geografis yaitu berpusat di Regional Gresik Tengah.

Adapun Oemah Boekoe sendiri adalah milik Ayahanda Zimam. Ribuan judul buku ada di Oemah Boekoe, mulai dari dongeng cerita anak-anak, buku mata pelajaran sekolah, hingga buku filsafatpun ada. Adapun Oemah Bokoe pada hari efektif dimanfaatkan oleh istri Pak Zimam sebagai tempat bimbingan belajar. Pada hari libur dimanfaatkan oleh Kakanda Dion, alumni PD IPM Gresik, sebagai Sekolah Filsafat yang diselenggarakan setiap dua minggu sekali. Peserta banyak dari kalangan mahasiswa dan pelajar, bahkan warga sekitarpun berminat mengikuti.

Disinilah BOTS memposisikan dirinya untuk ikut mengembangkan aktivitas Oemah Bokoe dengan memanfaatkan koleksi buku untuk khalayak umum, sebagai sadar membaca adalah bagian dari jendela dunia. Agenda aksi Komunitas BOTS sendiri yang masihdipegang oleh PD IPM Gresik,tahun 2015-2017. Waktu itu hanya berpusat di Bunderan Taman Bermain GKB,seminggu sekali pada saat CFD di pagi hari. Banyak warga,mulai dari anak-anak remaja sampai dari orang yang sudah berkeluarga,yang antusias bermain di Bunderan GKB,membaca buku yang disediakan oleh BOTS secara gratis.

Semenjak itu BOTS mulai dikenal oleh IPM Jawa timur, hingga IPM Gresik sendiri dikenal oleh IPM Jawa timur sebagai pusat gerakan literasi. Belum selesai dari history BOTS, hal yang menarik dari BOTS adalah sebagai virus yang dapat menyebar pada jaringan struktural IPM dibawah Pimpinan Daerah, yaitu Pimpinan Cabang IPM dan Pimpinan RantingIPM di Gresik. Di PC IPM Balongpanggang, BOTS di-copy paste oleh mereka dalam kepengurusannya. Agenda aksinya berada di Alun-alun Kedungpring Balongpanggang,satubulan sekali pada pagi hari,.

Tak hanya dari PC IPM saja yang mengadakan BOTS, virusBOTS mulai menyebarkepadaPR IPM Wotan di daerah Panceng. Dengan konsep yang berbeda dan perkembangan yang sangat menginspirasi, yaitu virus literasi yang di terapkan oleh PR IPM Wotan. Agenda aksinya ada di warung kopi yang dikelola langsung oleh PR IPM Wotan. Warung kopi tak hanya menyediakan makanan dan minuman saja, tapi mereka menyediakan buku-buku gratis yang dikonsep sebagai perpustakaan pada warung kopi. Virus BOTS yang dicetuskan oleh Muhammad Manu ini sangat menginspirasi perkembangan literasi di Kabupaten Gresik.

Beliaulah yang kusebut sebagai kakanda alumni PD IPM Gresik 2015-2017, Muhammad Manu pencetus komunitas BOTS beserta kawan-kawan PD IPM periode 2015-2017. Setelah akhir jabatannya, BOTS tak kan pernah tergantikan, kata para kakanda PD IPM periode 2017-2019. Namun, BOTS sebagaiwadah pengembangan gerakan literasi di Gresik, bisa ditularkan dengan konsep yang berbeda. Kami struktural PD IPM periode baru (2017-2019)takkan pernah menghilangkan Komunitas BOTS. Sebagai pengurusbaru, kami mencobamengembangkan dan merubah sistem sertakonsep dalam komunitas BOTS agar secara revolusioner gerakan literasi diminati oleh pelajar dan warga secara luas.

Komunitas BOTS yang kami teruskan, agenda aksi yang digagas di periode PD IPM baru, kami petakan dan kamifokuskan di regional tengah,supaya terfokus dan sebagai ranjau gerakan literasi. Harapan kami petakan untuk lebih menjangkau budaya minat baca dan memfokuskan arti literasi yang sebenarnya. Untuk kegiatan BOTS sendiri kami tetap mengadakan setiap satu minggu sekali, akan tetapi sekarang BOTS tak hanya berpusat di Taman Bermain GKB saja.BOTS akan merambah atau berpindah-pindah tempat,setiap satu minggu sekali. Dan masihterfokus pada regional Gresik tengah. Tak hanya BOTS saja, kami sudah membentuk kader literasi, dimana kader literasi ini berasal daritiga regional yaitu Gresik utara,tengah dan selatan. Mereka, parakader literasi itu menjadi ujung tombak penyebar virus gerakan BOTS ini.

Pada perkembangan BOTS selanjutnya, selain kader literasi, kami juga mengadakan bedah buku. Dalam kegiatan bedah buku ini kita tidak mengambil pemateri para ahli, tetapi para pematerinya berasal dari anak-anak pelajar regional Gresik tengah dan parakader literasi. Di dalam kegiatan bedah buku ini, siapapun yang jadi pemateri, kita bebaskan untuk memilih buku apa yang mereka sukai untuk dibedah. Dalam penyampaian materi bedah buku, mereka menyampaikan materi dalam tiga tahap pembelajaran. Pertama, membuat artikel maksimal dua lembar, untuk dibagikan kepada peserta bedah buku.Kedua,memakai bahan presentasi visual,seperti membuat Power Point, dan ketiga, mereka juga belajar untuk menyampaikan materi denganpembawaan yang menarik. Kegiatan bedahbuku ini juga sebagai ajang spontanitas mental membacakan puisi.Kedepan,harapan kami,akan menambahkan BedahFilm sebagai bagian darikegiatan bedahbuku oleh Komunitas BOTSGresik.