Berkembang dari dan dengan Kebodohan


Kembali secara acak narik buku di rerimbunan buku di lantai. Dapat buku karya Scott Adam yang terbit tahun 1998 dengan tebal 251 halaman. Artikel singkat singkat tentang banyak hal hari ini dan prediksi masa depan dibumbui dengan kartun dan ilustrasi yang asik dan fun. Buku ini menakuti sekaligus menggelitik, antara serius dan bercanda tapi tetap visioner. Penulis memuji keunggulan manusia sambil menertawakan kebodohan berkelanjutan yang melekat.

Dalam buku ini mangajak berfikir logis, obyektif tanpa ditikam keseriusan. Makanya ia katakan: ayuk, berkembang dengan kebodohan abad 21 sebagaimana dalam covernya. Gila dalah, masa depan manusia cukup dibimbing satu buku saja. Pasti bercanda kan? Maybe yes. Kabar baiknya dalam buku ini adalah bahwa manusia masa lalu dan masa depan tetap sama jenisnya: bodoh, egois, dan angkuh. Dari situ, seolah manusia berkembang dan maju melampaui tuhan-tuhan. Ada buruknya sedikit, teknologi diciptakan dengan keras kepala membantu manusia bekerja sambil menyia nyiakan waktu tapi tetap digaji. Kayak sertifikasi guru di Indonesia kali ya, kece, keren, mobil mewah, sedikit ngurus pendidikan gaji tetap tinggi. Eh ndak semualah ya.

Tapi, bayangkan sekarang orang rapat via WA, ngajar online, dan waktu sebenarnya adalah lenyap begitu saja: yang diucap lenyap, yang tertulis abadi tapi kalau tak update ditinggal ngopi. (DE16062018).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *