Akhir Perjalanan di Tanah Jawa


Oleh: Nurfin

Saya masih merasa seolah bermimpi apa yang terjadi sejak pagi hingga siang kemarin.

Siswa dan Guru SMA Muh. Al-Amin Kota Sorong dijamu bak Raja oleh pak Edy Susanto, Ustadzah Mas’ad Fachir, Pak Astajab, Pak Syaikhul Islam, pak Sulaiman serta para guru SD Muh.4 Pucang dan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya lainnya.

Saya tidak ikut dalam rombongan karena ada agenda di Yogya sekalian menengok putri saya yang sedang mengais ilmu di kota Yogya. Saya hanya memantau dan memberi arahan via WA dan Call. Dua dari tiga orang yang mendampingi anak-anak adalah guru-guru muda yang energik yang belum setahun bergabung di SMA Muh. Al Amin tapi Alhamdulillah atas ijin dan kemurahan Allah semua bisa berjalan lancar selancar air yang mengalir tanpa penghalang. Ini yang membuat saya sampai hari ini tak henti-henti mensyukurinya.

Di sisa-sisa waktu berada di Tanah Jawa tetiba saya mendapat pesan whatsapp dari Prof. Imam:
Mampir di ITS, silahkan
Owh… Ini adalah kesempatan luar biasa untuk guru dan anak-anak saya, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini sambil menghitung waktu keberadaan di Surabaya karena mereka sudah harus pulang sore itu.

Koordinasi sana-sini dan Alhamdulillah lagi-lagi Allah memberi kesempatan kepada siswa dan guru saya bertemu orang-orang hebat dan orang nomor satu di ITS… Bahkan Prof.Imam bersedia menjadi Tourist guide menaiki bis rombongan berkeliling ITS memperkenalkan setiap jengkal tanah yang ada di seputaran ITS… Maa syaa Allah….Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim betapa besar nikmat yang Engkau berikan kepada kami….

Balasan dari jerih payah orangtua, guru dan anak-anak yang berjuang melintas lautkah ini???

Terima kasih banyak Prof. Imam, ini akan menjadi contoh untuk anak-anak dan guru kami, mereka akan pulang membawa cerita unik bahwa ada seorang guru besar yang nyentrik, berbeda dengan apa yang mereka bayangkan selama ini. Subhaanallah..

Saat ini mereka sedang terombang ambing di laut Makassar. Semoga Allah melindungi perjalanan mereka sampai ke Sorong membawa beribu cerita yang orang lain tidak mendapatkannya.

)*Nurfin, Guru, Sedang berada di sudut kota Yogyakarta,
31 Oktober 2019


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *